(Taiwan, ROC) --- Belakangan ini, cuaca di Taiwan berubah cukup signifikan, antara dingin dan panas, yang ternyata berdampak pada meningkatnya kasus kematian mendadak akibat penyakit kardiovaskular.
Menurut statistik di Taiwan, semenjak tanggal 16 Desember dan 17 Desember 2023, setidaknya ada 81 laporan warga yang mengalami OHCA (henti fungsi jantung dan paru-paru) di seluruh Taiwan.
Mulai Rabu hari ini (20/12), gelombang hawa sangat dingin dari belahan utara bumi akan perlahan mendekati Taiwan.
Pakar cuaca di Taiwan, Cheng Ming-dean (鄭明典) memperingatkan bahwa gelombang dingin kali ini akan membuat suhu udara terus menurun, dengan suhu terendah di utara Taiwan diprediksi akan mencapai 8C, yang dicemaskan dapat memicu lonjakan kasus penyakit kardiovaskular berikutnya.
Menanggapi kecemasan di atas, Kepala Health Promotion Administration (HPA), Wu Chao-chun(吳昭軍), menyerukan kepada para lansia, terutama pasien dengan gangguan "tiga tinggi" (hipertensi, hiperlipidemia, dan hiperglikemia), bayi serta anak kecil, dan mereka yang bekerja dengan jam kerja panjang atau shift malam, juga harus memperhatikan perubahan suhu yang tiba-tiba melonjak/menurun.
Perbedaan suhu yang terjadi cukup drastis, dicemaskan bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah dan memicu serangan jantung atau stroke akut.
Untuk suhu di dalam ruangan, disarankan agar jendela dan pintu tidak tertutup terlampau rapat dan memastikan ventilasi udara tetap berada di taraf normal.
Saat bangun tidur, ikuti prinsip "lambat, hangat, berdiri, berpakaian dan bergerak". Saat menggunakan produk pemanas, juga diminta untuk memerhatikan beberapa poin penting. Salah satunya adalah jangan digunakan dalam waktu lama dan tidak disarankan untuk kontak langsung dengan kulit.
HPA juga merekomendasikan delapan poin penting untuk menjaga kesehatan di kala cuaca dingin melanda:
1. Lingkungan
Di lingkungan dalam ruangan seperti kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu, terutama area di mana lansia mudah terjatuh, harus memiliki pencahayaan yang terang.
Hindari menumpuk barang di lantai untuk mengurangi hambatan berjalan. Dengan peredaran darah yang lebih lambat saat cuaca dingin, sangat penting untuk memperhatikan gejala pusing atau ketidaknyamanan pada organ jantung. Selain menjaga kehangatan, ventilasi yang memadai juga sangat penting.
2. Menjaga Kehangatan
Saat baru bangun tidur, ingatlah selalu prinsip "lambat, hangat, bangun, pakaian, baru bergerak". Pada malam hari, siapkan pakaian hangat di samping tempat tidur yang mudah dijangkau.
Saat bangun, gerakkan dulu anggota tubuh atau lakukan peregangan di tempat tidur untuk meningkatkan sirkulasi darah. Duduk di tepi tempat tidur sebelum berdiri, kenakan pakaian hangat, dan bangun secara perlahan. Jangan terburu-buru dalam aktivitas setelah bangun dan minum air hangat untuk menghangatkan tubuh.

3. Pola Makan
Pilih makanan atau sup yang menghangatkan tubuh atau yang mengandung herbal saat cuaca dingin. Jika mengandung alkohol, perhatikan perbedaan suhu tubuh dan lingkungan. Saat minum sup, pastikan suhunya tidak melebihi 65C, guna menghindari ketidaknyamanan pada kerongkongan.
4. Mandi Air Panas
Setelah makan atau meneguk minuman beralkohol, jangan langsung mandi air panas. Disarankan untuk menunggu setidaknya dua jam, dan suhu air sebaiknya tidak melebihi 40C. Serta jangan mandi air panas sendirian.

5. Berolahraga
Saat berolahraga, terlebih dahulu lakukan pemanasan yang cukup. Bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti perokok, peminum berat, obesitas, atau memiliki penyakit kronis dan penyakit kardiovaskular, disarankan untuk berolahraga lebih lambat atau memilih olahraga ringan di dalam ruangan.
Jika berolahraga di luar ruangan, sebaiknya berolahraga secara berkelompok, sehingga dapat saling memantau atau menjaga.
6. Minum Obat dan Kendalikan Mood untuk Kontrol Penyakit
Secara teratur ukur dan catat data kesehatan Anda seperti kadar gula darah dan tekanan darah, serta patuhi anjuran dokter untuk minum obat tepat waktu dan menjaga stabilitas emosi (mood).
7. Membawa Kartu ASKES dan Obat Darurat
Bawa kartu kesehatan Anda saat keluar rumah, dan catat informasi seperti tempat perawatan medis, diagnosis, dan riwayat alergi obat. Jika dokter memberikan obat darurat, bawa selalu bersama dengan Anda.
8. Segera Berobat Jika Ada Gejala Tidak Normal
Jika mengalami gejala seperti nyeri dada, jantung berdebar, kesulitan bernapas, mual, berkeringat dingin, pusing, atau pingsan, atau gejala stroke seperti tidak bisa tersenyum, mengangkat tangan, atau berbicara dengan jelas, jangan mengemudi sendiri. Segera hubungi 119 dan catat waktu terjadinya serangan/gangguan. Dapatkan perawatan medis dalam waktu 3 jam setelah terjadinya serangan.