(Taiwan, ROC) – Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Selasa (19/12) menyatakan bahwa lantaran lingkungan berita di Taiwan yang bebas ditambah dengan posisinya sebagai pusat kunci di wilayah Indo-Pasifik, dalam beberapa tahun terakhir telah menarik perhatian media asing untuk mendirikan kantor di Taiwan. Menurut statistik, terhitung hingga 30 November, total ada sebanyak 82 media internasional dan 174 wartawan yang dilaporkan berbasis di Taiwan. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan bulan Desember tahun lalu yang hanya mencapai 79 media saja, menunjukkan tren peningkatan secara keseluruhan.
Saat menyelenggarakan konferensi pers rutin pada pagi hari ini, MOFA ditanya oleh media Nikkei terkait kebijakan serta perubahan apa yang diambil oleh pemerintah Taiwan guna mendukung jurnalis asing yang tinggal di sana? Mengingat penahanan jurnalis Hong Kong Jimmy Lai selama 3 tahun berdasarkan UU Keamanan Nasional Hong Kong, mengakibatkan dalam beberapa tahun terakhir ini banyak wartawan yang pada awalnya berbasis di Myanmar, Hong Kong dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) beralih ke Taiwan, menjadikannya sebagai titik penting untuk media di kawasan tersebut.
Juru Bicara MOFA, Jeff Y.J. Liu (劉永健) mengemukakan, MOFA dengan penuh percaya diri menyatakan dan meyakini jika media asing juga setuju, bahwa kebebasan dan keterbukaan dalam masyarakat Taiwan adalah alasan utama wartawan “jauh-jauh datang kemari”.
Jubir MOFA Jeff Y.J. Liu (劉永健) menunjukkan bahwa pada Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada tanggal 3 Mei tahun ini, Organisasi Wartawan Tanpa Tapal Batas (RSF) merilis laporan “Indeks Kebebasan Pers” di mana Taiwan menduduki peringkat ke-35 dari 180 negara, merupakan posisi tertinggi sejak tahun 2008 dan berada di antara yang terbaik di Asia. Sementara itu, Hong Kong yang sebelumnya memiliki peringkat tinggi di Asia dan Global, mengalami penurunan terus-menerus dalam peringkatnya dalam beberapa tahun terakhir, dan menduduki peringkat kebebasan pers ke-140 pada tahun ini, dengan alasan yang sangat jelas oleh semua orang. Sementara itu, peringkat Negeri Tirai Bambu terus menurun dan berada di peringkat ke-179 pada tahun ini, hanya sedikit di atas Korea Utara.