(Taiwan, ROC) -- Memiliki banyak tekanan atau stress dapat menganggu tidur kita dan menyebabkan insomnia. Sangat tidak disarankan pula untuk mengandalkan konsumsi minuman beralkohol guna mengobati kesulitan tidur, karena selain tidak efektif dan membuat kita ketagihan, kebiasaan tersebut malah berdampak buruk pada kesehatan kita.
Dokter spesialis kesehatan mental di RS Cheng Ching cabang Zhonggang, Lin Jing-rong (林靖容) menyatakan, ada seorang wanita berusia 46 tahun menderita insomnia karena tekanan yang didapatkan dari pekerjaan dan juga keluarganya, kemudian mencoba menggunakan anggur merah sebagai “senjata” untuk membantunya tertidur pada malam hari. Namun sayangnya, wanita tersebut semakin banyak mengonsumsi anggur merah dari hari ke hari, bahkan sampai pada titik di mana ia harus meminum satu botol penuh agar bisa tertidur, tetapi seringkali terbangun lagi saat tengah malam dan mengalami kesulitan untuk kembali tidur. Pada akhirnya wanita tersebut pun memutuskan untuk pergi mencari bantuan perawatan di RS.
Dr. Lin Jing-rong (林靖容) menyampaikan, ketergantungan pada alkohol untuk tidur dapat mengubah struktur tidur, serta mengurangi waktu fase tidur yang dalam dan mengacaukan siklus tidur normal kita. Mengonsumsi alkohol agar dapat tertidur pulas malah berisiko menyebabkan insomnia yang semakin parah. Disarankan untuk segera mencari bantuan medis, menemukan penyebab insomnia, dan menjalani pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Wanita ini telah menjadikan “minum anggur merah” sebagai solusi untuk dapat tidur selama lebih dari 10 tahun. Awalnya, ia hanya minum satu gelas anggur merah saja, tetapi seiring waktu malah menjadi semakin banyak, bahkan perlu meminum satu botol penuh agar bisa tidur.
Dr. Lin Jing-rong (林靖容) mengatakan bahwa sebaiknya menghindari ketergantungan pada alkohol agar dapat tidur, karena alkohol adalah depresan sistem saraf pusat. Meskipun memang dapat mempersingkat waktu bagi kita untuk tertidur, namun hal tersebut justru membuat banyak orang mengira jika minum minuman alkohol dapat membantu kita untuk tidur. Faktanya, efek bantuan tidur dari alkohol sangatlah singkat, dan alkohol justru dapat meningkatkan frekuensi tidur ringan dan membangunkan kita dari tidur, serta pada akhirnya kita pun mengalami kesulitan untuk tidur kembali. Mengonsumsi alkohol secara terus-menerus untuk membantu tidur dapat memperburuk siklus tidur kita, dan dapat menjadi masalah serius dalam jangka panjang.
Setelah didiagnosis, wanita tersebut diketahui menderita depresi, bahkan telah muncul gejala gangguan cemas akibat insomnia dan tekanan/sress jangka panjang. Dr. Lin Jing-rong (林靖容) meminta wanita tersebut untuk menghentikan konsumsi alkohol dan beralih ke pengendalian emosi dan tidur dengan dosis obat yang sesuai. Dirinya juga menegaskan pentingnya untuk kembali datang berobat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Wanita tersebut pada akhirnya mengikuti penyesuaian obat dan menjalani terapi psikologis yang telah disesuaikan dengan kondisinya. Dalam kurun waktu tiga bulan, dirinya tidak hanya telah berhasil menghentikan “kecanduannya” terhadap alkohol, tetapi konsentrasi dan suasana hatinya pada siang hari juga telah berubah menjadi jauh lebih baik.
Dr. Lin Jing-rong (林靖容) menekankan bahwa minuman beralkohol telah lama diidentifikasi oleh Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) sebagai risiko karsinogenik, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa konsumsi alkohol dalam segala tingkat tidak aman untuk kesehatan. Selain memengaruhi organ-organ seperti hati, jantung, lambung dan otak, risiko terkena kanker juga meningkat secara signifikan, serta dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi, khayalan, halusinasi dan penurunan fungsi kognitif.
Dr. Lin Jing-rong (林靖容) mengimbau para warga untuk tidak memercayai mitos, jikalau mengonsumsi alkohol sebelum tidur dapat membuat kita tertidur pulas. Ada banyak penyebab insomnia, termasuk tekanan mental, penyakit fisik, konsumsi obat-obatan, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari bantuan medis, menemukan akar permasalahan gangguan tidur, agar dapat mengatasi masalah insomnia.