(Taiwan, ROC) --- Gelombang udara dingin dari kawasan belahan utara bumi menyelimuti mayoritas kawasan Taiwan semenjak beberapa hari belakangan. Banyak wilayah di Taiwan yang dilaporkan mengalami hawa dingin yang ekstrem, suhu terdingin diperkirakan turun di bawah 10C, di beberapa daerah suhu bahkan sempat menyentuh level 8C.
Tidak disangka, karena cuaca yang tiba-tiba berubah dingin, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kaohsiung dalam setengah bulan ini telah menerima 51 kasus warga yang diduga terkena serangan jantung. Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kaohsiung juga merilis 5 cara untuk mencegah kematian mendadak akibat serangan hawa dingin!
Faktanya, datangnya gelombang hawa dingin yang disertai dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah ternyata mudah memicu penyakit jantung, stroke, peningkatan tekanan darah, bahkan kematian mendadak. Hingga tanggal 14 Desember 2023, sudah ada 51 kasus warga yang diduga terkena serangan jantung.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kaohsiung mengingatkan, jika seseorang mengalami 3 gejala seperti dada terasa sesak, kesulitan bernapas, dan berkeringat dingin, itu bisa jadi gejala serangan jantung dan segeralah hubungi 119.
Selain itu, musim dingin adalah waktu yang rentan terserang stroke. Jika seseorang mengalami FAST: wajah tidak simetris (Face), salah satu sisi tubuh lebih lemah (Arm), kesulitan berbicara (Speech), segera hubungi 119 untuk pengobatan cepat (Time), dan jangan lengah sedetik pun.

Dinas Kesehatan Kota Kaohsiung lalu membagi 5 langkah "melindungi organ jantung dari serangan hawa dingin", termasuk:
1. Cara pertama: Perhatikan Kehangatan
Perhatikan perbedaan suhu dalam dan luar ruangan, Anda bisa mengenakan pakaian berlapis untuk memudahkan saat memakai dan melepas. Di luar ruangan, bisa memakai topi, syal, dan sarung tangan untuk membantu melindungi dari angin dingin. Di dalam ruangan, bisa menggunakan kompor gas dan pemanas listrik, tetapi harus memperhatikan ventilasi udara serta keamanan ketika menggunakan api dan listrik, guna menghindari terjadinya peristiwa keracunan monoksida dan kebakaran.
2. Cara kedua: Kontrol 'Tiga Tinggi'
Lansia dan pasien dengan 'Tiga Tinggi' (hipertensi, hiperlipidemia, dan hiperglikemia) merupakan kelompok berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular di musim dingin. Rutin memantau kondisi tubuh, berkonsultasi secara teratur, mengonsumsi obat tepat waktu, serta memperhatikan kondisi tubuh dan segera berkonsultasi ke dokter jika diperlukan.
3. Cara ketiga: Pola Makan Sehat
Makanan hangat dalam jumlah yang sesuai dapat membantu menghangatkan tubuh, tetapi ketika menikmati hidangan seperti hotpot atau makanan yang bisa menghangatkan tubuh, hindari asupan kalori dan natrium yang berlebihan. Pola makan sehari-hari juga harus seimbang, konsumsilah makanan dalam bentuk aslinya, dan terapkan prinsip '3 sedikit 2 banyak', yakni sedikit pengolahan, sedikit bumbu, sedikit lemak, banyak sayuran, dan banyak makanan berserat tinggi.
4. Cara keempat: Olahraga Teratur
Dengan adanya perbedaan suhu yang signifikan antara pagi dengan malam hari, warga yang biasa berolahraga di pagi hari bisa beralih ke olahraga dalam ruangan, atau menunda waktu berolahraga hingga suhu sedikit lebih hangat. Pastikan melakukan pemanasan sebelum berolahraga, perhatikan asupan cairan dan kondisi tubuh saat berolahraga, dan kumpulkan setidaknya 150 menit untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang setiap minggunya.
5. Cara kelima: Berhenti Merokok dan Mengurangi Alkohol
Rokok dan vape mengandung banyak zat berbahaya yang tidak hanya merusak saluran pernapasan dan kesehatan paru-paru, tetapi juga menyebabkan kontraksi pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah, serta dapat meningkatkan risiko hipertensi. Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak sistem pencernaan, merusak perut dan hati dalam jangka panjang, serta meningkatkan kolesterol dan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa pecandu yang berhenti merokok dan minum alkohol dapat secara efektif mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular dan stroke.