(Taiwan, ROC) --- Beberapa orang selalu bergegas menuju WC untuk BAB (Buang Air Besar) setelah makan kenyang. Apakah orang dengan kebiasaan di atas memiliki sistem pencernaan yang sangat baik atau malah terdapat masalah dengan organ usus?
Menjawab pertanyaan di atas, pakar kesehatan di Taiwan, Dokter Ooi Hean (黃軒) menjelaskan di halaman Facebook-nya bahwa kondisi tersebut bisa disebabkan oleh gangguan penyakit.
Dokter Ooi Hean menganalisis bahwa setelah mengonsumsi makanan, manusia biasanya membutuhkan waktu sekitar 12 jam agar makanan tersebut dicerna dan diserap sebelum dikeluarkan sebagai feses.
Frekuensi buang air besar yang normal adalah sekali dalam sehari, dengan contoh terbaik adalah BAB di pagi hari. Namun, tubuh manusia adalah struktur yang kompleks dan tidak semua orang bisa untuk selalu BAB di pagi hari.

Dokter Ooi Hean lalu mengungkapkan alasan mengapa beberapa orang malah langsung BAB setelah makan kenyang:
1. Refleks Mukosa Lambung
Ketika makanan masuk ke perut, hal ini menimbulkan rangsangan pada mukosa lambung. Rangsangan ini memicu tubuh untuk melepaskan zat tertentu yang merangsang percepatan pergerakan usus, yang selanjutnya memicu rasa ingin BAB. Ini termasuk "gastrin," yang dapat meningkatkan frekuensi kontraksi otot polos lambung dan usus, mempromosikan sirkulasi darah lambung, membantu pencernaan dan penyerapan, serta merangsang pergerakan usus, yang pada gilirannya merangsang BAB.
2. Kebiasaan Buang Air Besar
Frekuensi BAB seseorang terkait dengan kebiasaan sehari-hari. Jika seseorang terbiasa segera pergi ke toilet setelah makan, seiring waktu, tubuh akan mengingat ini sebagai sinyal kebiasaan. Karena itu, setelah selesai makan, sinyal "saya perlu buang air besar" akan muncul.
3. Intoleransi Makanan
Beberapa orang, karena kondisi fisik mereka, menderita intoleransi terhadap zat tertentu dalam makanan. Misalnya, ada yang tidak tahan terhadap laktosa, sehingga mengonsumsi susu dapat menyebabkan diare. Beberapa orang lainnya memiliki intoleransi terhadap lemak, di mana makanan berlemak dapat membuat perut mereka tidak nyaman. Ada juga yang tidak tahan dengan makanan pedas karena dapat merangsang lambung dan usus.
4. Disebabkan oleh Penyakit
Ingin langsung BAB setelah makan kenyang, mungkin saja bisa disebabkan karena penyakit tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar, gastritis kronis, kecemasan, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyebabkan aktivitas saraf berlebih ini bisa menyebabkan seseorang merasa perlu untuk BAB setelah menyentuh makanan.
Jika sering disertai dengan gejala lain seperti mual, perut kembung, sakit perut, tinja berlendir, tinja hitam dan bau busuk, atau adanya darah merah pada tinja, bahkan konstipasi dan diare berkelanjutan, maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara mengatasi masalah "ingin BAB setelah kenyang makan?" Dokter menyarankan untuk memulai dari tiga aspek, termasuk menyesuaikan kebiasaan makan, mengurangi konsumsi makanan yang mudah memicu reaksi berlebihan pada lambung dan usus besar, serta membiasakan untuk memulai (membentuk) kebiasaan BAB yang baik.
Biasanya, jika "ingin BAB setelah kenyang makan" bukan disebabkan oleh kondisi patologis, maka umumnya bisa diatasi dengan melakukan penyesuaian terhadap gaya hidup.