(Taiwan, ROC) --- Pada tahun lalu, Kementerian Pendidikan di Taiwan (MOE) telah menyetujui "Peraturan tentang Penutupan Sekolah Swasta Pendidikan Menengah Atas dan Selebihnya".
Universitas Sains dan Teknologi Chung Chou dan Universitas Shoufu Taiwan telah berhenti beroperasi pada bulan Juli tahun ini. Hal serupa juga akan dilakukan oleh empat perguruan tinggi lainnya di Taiwan, masing-masing diharapkan pada akhir Juli tahun depan, Universitas Ming Dao, Tatung Institute of Commerce and Technology, Tung Fang Design Institute, dan TransWorld University.
Keempat universitas tersebut direncanakan akan berhenti beroperasi semenjak akhir bulan Juli mendatang.

Universitas Sains dan Teknologi Chung Chou
Belakangan ini, ada laporan yang menyatakan bahwa penghentian enam sekolah di atas akan mempengaruhi setidaknya 60.000 siswa yang perlu pindah sekolah.
Namun, Kementerian Pendidikan (MOE) telah mengklarifikasi bahwa jumlah siswa yang terpengaruh sebenarnya berjumlah 1.345.
"Peraturan tentang Penutupan Sekolah Swasta Pendidikan Menengah Atas dan Selebihnya", menetapkan bahwa Kementerian Pendidikan haruslah terlebih dahulu mengumumkan daftar sekolah yang mendapat bimbingan khusus dan memberikan waktu perbaikan dua tahun kepada institusi yang dijadwalkan akan dihentikan.
Jika institusi pendidikan bersangkutan tidak memenuhi standar perbaikan, maka perintah penghentian perekrutan mahasiswa baru dan pengoperasian akan dikeluarkan.

Universitas Shoufu Taiwan
Universitas Sains dan Teknologi Chung Chou dan Universitas Shoufu Taiwan telah dikategorikan sebagai sekolah bimbingan khusus tahun lalu dan berhenti beroperasi pada tanggal 31 Juli tahun ini, dengan 310 siswa telah dialokasikan ke institusi lain.
MOE baru-baru ini mengumumkan bahwa Universitas Ming Dao, Tatung Institute of Commerce and Technology, Tung Fang Design Institute, dan TransWorld University, sebanyak empat sekolah, akan dihentikan operasinya pada tanggal 31 Juli tahun 2024 mendatang.
Untuk memastikan kelanjutan pendidikan siswa yang terpengaruh, maka Kementerian Pendidikan berencana mengadakan sesi penjelasan tentang distribusi dan penempatan siswa pada semester sebelum operasional sekolah resmi dihentikan.
Siswa yang masih bersekolah akan dibantu untuk pindah sekolah melalui pengisian formulir, lalu akan dipindahkan ke sekolah lain. Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa pemindahan siswa akan diprioritaskan pada sekolah terdekat di kabupaten atau kota yang sama. Selain itu, juga akan kembali mempertimbangkan kebutuhan siswa bersangkutan, yang mungkin ingin kembali ke daerah asal atau alasan khusus lainnya untuk pindah sekolah.

Universitas Ming Dao
Kementerian Pendidikan menambahkan, untuk para staf dan dosen yang terpengaruh, meliputi 354 dosen dan 328 staf, akan disediakan "Platform Peningkatan Sumber Daya Manusia Tingkat Lanjut" untuk membantu mereka dalam transisi karier.
Dari kasus institusi sekolah yang telah dihentikan sebelumnya, banyak siswa dan staf yang berkompeten memilih untuk pindah sekolah melalui ujian masuk atau mengajukan permohonan kerja di sekolah lain.
Kementerian Pendidikan juga mengungkapkan bahwa enam sekolah tersebut mengalami kesulitan untuk melakukan pembayaran gaji.
Setelah restrukturisasi dilakukan di dewan direksi, dan melalui bantuan dana penghentian operasional, maka semua staf dan dosen dapat menerima gaji mereka tepat waktu.
Saat ini, selain empat sekolah di atas yang akan dihentikan operasionalnya pada tahun mendatang, tidak ada lagi universitas swasta atau sekolah tinggi teknik yang masuk dalam daftar bimbingan khusus Kementerian Pendidikan.