History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Infeksi Gastroenteritis Merebak Saat Musim Dingin, Pakar: Menular Melalui Kontak dan Mudah Menyebar di Tempat Keramaian

  • 16 December, 2023
  • 李珮菁
Infeksi Gastroenteritis Merebak Saat Musim Dingin, Pakar: Menular Melalui Kontak dan Mudah Menyebar di Tempat Keramaian
Ilustrasi astroenteritis (foto: Only My Health)

(Taiwan, ROC) -- Saat hawa musim dingin menerpa, berbagai kasus penyakit biasanya juga akan meningkat.

Musim dingin ini juga menjadi masa puncak bagi penyakit menular saluran pencernaan, terutama gastroenteritis pada anak-anak.

Dokter gastroenterologi dari Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan, Liu Chih-ming (劉志銘), menyampaikan bahwa infeksi gastroenteritis menyebabkan gejala sistemis. Risiko penularan akan lebih tinggi, terutama bagi mereka yang berada di suatu institusi, meliputi Taman Kanak-kanak (TKK) dan sekolah. Liu Chih-ming juga menyarankan untuk sebaiknya menghindari kontak dengan orang yang telah terinfeksi.

Gastroenteritis lebih sering terjadi saat musim dingin, dengan Norovirus dan Rotavirus sebagai penyebab paling umum. Berdasarkan statistik dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), ada hampir 76% kasus klaster diare yang terjadi di Taipei dalam dua tahun terakhir saat musim dingin tiba, di mana 81% disebabkan oleh Norovirus. Tingkat kunjungan klinik untuk penderita diare, paling banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak.

Pada 13 Desember lalu, Dokter Liu Chih-ming, menjelaskan bahwa gastroenteritis umumnya disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak umum dan bisa menjangkiti semua usia.

Namun, risiko terinfeksi penyakit ini akan lebih tinggi, terutama bagi mereka yang berada di dalam satu institusi, misal TKK, sekolah dan pusat perawatan lansia. Infeksi gastroenteritis virus menunjukkan gejala sistemik yang signifikan.

Dokter Liu Chih-ming mengatakan, "Virus gastroenteritis bisa menular melalui kontak umum dan juga dari mulut. Gejalanya mirip flu, seperti kelelahan, sakit badan, dan beberapa orang mungkin demam. Namun yang utama tentu saja mual, muntah, diikuti dengan diare."

Liu Chih-ming melanjutkan, bahwa pengobatan utama untuk gastroenteritis adalah terapi suportif, yaitu asupan cairan yang cukup serta istirahat yang memadai, dan biasanya dapat pulih dengan sendirinya.

Namun, kehilangan cairan tubuh dan elektrolit akibat diare dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, terutama pada bayi dan anak kecil, yang bisa menyebabkan kejang dan bahkan mengancam jiwa.

Spesialis Gastroenterologi Anak di Rumah Sakit Anak MacKay, Dokter Lee Hung-chang (李宏昌), menekankan bahwa orang tua sering memiliki pemahaman yang salah dalam merawat anak yang tengah menderita diare. Penting untuk mengganti cairan dan mencegah ketidakseimbangan elektrolit secara tepat waktu.

Minuman olahraga, yang mengandung gula tinggi dan rendah elektrolit, tidak cocok untuk mengisi kembali elektrolit yang hilang, dan sebaiknya digantikan dengan larutan elektrolit oral. Dokter Lee Hung-chang menambahkan, penting adanya untuk mencari perawatan medis tepat waktu.

Komentar

Terbarumore