(Taiwan, ROC) --- Dunia perfilman Mandarin dikejutkan dengan kematian aktris ternama asal Hong Kong, Kathy Chow (周海媚) pada tanggal 11 Desember 2023 lalu. Kathy Chow meninggal dunia di usianya yang menginjak 57 tahun.
Kini beredar kabar, kalau kematian Kathy Chow diakibatkan oleh penyakit "Lupus Eritematosus Sistemik / Systemic Lupus Erythematosus (SLE). SLE sering disebut sebagai "kanker yang tidak membunuh," dan penyebab serta metode pengobatannya masih belum ditemukan hingga saat ini.

Kathy Chow (周海媚) (TVB)
Baca: Dunia Hiburan Mandarin Kembali Berduka, Aktris Senior Hong Kong, Kathy Chow Meninggal Dunia
Dokter spesialis medis di Taiwan, Chiang Kuan-yu (姜冠宇), mengungkapkan gejala menakutkan dari penyakit ini. Ia juga menambahkan, jika sekali terjangkit, maka seluruh tubuh berisiko tinggi mengalami kegagalan organ.
Chiang Kuan-yu menjelaskan bahwa SLE adalah penyakit autoimun sistemik yang menyeluruh, yang mana ia berpotensi menyebabkan kegagalan organ di seluruh tubuh.
Banyak yang mengatakan, bercak merah menyerupai kupu-kupu akan muncul di wajah penderita. Namun, Chiang Kuan-yu beranggapan bahwa hal itu bukanlah indikator utama.
Risiko terbesarnya terletak pada serangan terhadap glomerulus ginjal yang menyebabkan proteinuria (kondisi di mana protein ditemukan dalam urine) dan hematuria (kondisi di mana darah ditemukan dalam urine).

Dokter Chiang Kuan-yu (姜冠宇) (ETtoday)
Selain itu, SLE juga dapat menyebabkan trombosis, vaskulitis, sianosis (kekurangan oksigen), perdarahan alveolar paru, dan bahkan serangan terhadap retina.
Serangan ini bisa terjadi secara bersamaan, dan ada juga kasus yang melibatkan gangguan saraf pusat termasuk epilepsi.
Chiang Kuan-yu melanjutkan bahwa pengobatan SLE pada orang dewasa biasanya melibatkan kortikosteroid dan imunosupresan. Namun, pengobatan ini sering kali menyebabkan leukopenia, yang malah meningkatkan risiko infeksi berbagai jenis.
"Hal pentingnya adalah, serangan SLE bisa terjadi secara tiba-tiba, yang bisa berpotensi membawa pasien lebih dekat ke kegagalan organ. Ini adalah alasan utama yang membuat anggota keluarga yang merawat menjadi frustrasi. Apalagi serangan SLE bisa terjadi secara berulang!" tambah Chiang Kuan-yu

(Freepik)
Departemen Reumatologi, Alergi, dan Imunologi di Rumah Sakit Chang Gung Linkou mengungkapkan bahwa Systemic Lupus Erythematosus (SLE) bukan disebabkan oleh kekurangan sistem imun dalam tubuh. Faktanya, mengonsumsi suplemen yang bertujuan meningkatkan imunitas secara berlebihan, malah bisa mengaktifkan sel-sel imun yang tidak normal, yang berpotensi memperburuk situasi.
Warga disarankan untuk menghindari kebiasaan seperti merokok dan minum alkohol, serta mengurangi konsumsi suplemen seperti jamur lingzhi dan ginseng. Selain itu, sebaiknya juga mengurangi konsumsi sayuran yang sensitif terhadap cahaya seperti ketumbar, seledri, dan basil. Konsumsi kecambah alfalfa juga harus dibatasi karena mengandung asam amino L-canavanine yang dapat meningkatkan reaksi peradangan pada penyakit autoimun.
Bagi mereka yang terdiagnosis SLE, juga disarankan untuk menghindari penggunaan hormon. Bagi pasien yang berencana untuk hamil, penting untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter, mengingat wanita hamil dengan SLE akan memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi.
Rumah Sakit Chang Gung Linkou (commonhealth)
Rumah Sakit Chang Gung Linkou juga menyarankan pasien SLE untuk mendapatkan asupan vitamin D melalui diet yang sepadan, termasuk mengonsumsi susu, ikan teri, dan sayuran hijau gelap.
Selain itu, stres juga merupakan salah satu faktor pemicu, sehingga istirahat yang cukup dan mengurangi stres dapat membantu melambatkan perkembangan penyakit.
Penting untuk diperhatikan bahwa SLE dapat menyerang ginjal, menyebabkan glomerulonefritis lupus (peradangan pada glomerulus, yaitu struktur kecil di ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah).
Pasien harus selalu memperhatikan kondisi urine mereka. Jika warna urine menjadi lebih gelap, atau terdapat gejala seperti buih di urine, serta sering buang air kecil, atau terdapat darah dalam urine, atau bahkan pembengkakan pada kaki dan mata, segeralah mencari bantuan medis untuk mencegah kondisi yang dicemaskan memburuk.