History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kembali Ditemukan Melampaui Standar Pangan di Taiwan, 1.760 KG Saus ABC Indonesia Diminta untuk Dikembalikan atau Dimusnahkan

  • 12 December, 2023
  • 尤繼富
Kembali Ditemukan Melampaui Standar Pangan di Taiwan, 1.760 KG Saus ABC Indonesia Diminta untuk Dikembalikan atau Dimusnahkan
Kembali Ditemukan Melampaui Standar Pangan di Taiwan, 1.760 KG Saus ABC Indonesia Diminta untuk Dikembalikan atau Dimusnahkan

(Taiwan, ROC) --- Selasa hari ini (12/12), Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di Taiwan, yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) mengumumkan hasil pemeriksaan terbaru terhadap beberapa produk pangan asing di pintu perbatasan Taiwan.

Dari pengumuman tersebut, produk Indonesia, saus cabai "ABC", kembali tidak memenuhi standar pangan Taiwan.

Dua batch saus cabai "ABC" dari Indonesia di atas ditemukan mengandung pemutih yang melebihi standar, yaitu 3,8 kali dan 1,4 kali melampaui batas maksimum.

Dua batch tersebut memiliki total berat 1.760,76 kilogram, dan diperintahkan untuk dikembalikan atau dimusnahkan.

Pada sepanjang tahun 2023 ini, sudah ada 26 batch saus bumbu dari Indonesia yang tidak memenuhi standar di Taiwan.

印尼ABC辣椒醬。圖/食藥署提供

Wakil Kepala FDA, Lin Chin-fu (林金富), menjelaskan bahwa saus cabai "ABC" diimpor dari Indonesia oleh perusahaan FULLERTON MERCHANDISE CO., LTD. 馥敦有限公司.

Dalam batch saus cabai "ABC" kali ini ditemukan kandungan sulfur dioksida sebesar 0.146g/kg dan 0.097g/kg, yang berarti kandungan pemutihnya melampaui standar, dengan total mencapai 1.760,76 kilogram.

Saus-saus tersebut pun segera diperintahkan untuk dikembalikan atau dimusnahkan.

Menanggapi pelanggaran berulang pada produk saus (bumbu) Indonesia, FDA di Taiwan telah mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah perbaikan.

Lin Chin-fu menambahkan bahwa sampai dengan tanggal 4 Desember 2023, dari total 1.357 batch saus bumbu yang diperiksa, ditemukan ada sebanyak 26 batch yang tidak memenuhi standar.

Dari angka di atas, 22 batch ditemukan mengandung sulfur dioksida, 3 batch mengandung asam benzoat, dan 1 batch mengandung pemanis yang tidak diizinkan, dengan tingkat ketidaksesuaian sebesar 1,92%.

Lin Chin-fu menyatakan, jika pemerintah Indonesia tidak memberikan tanggapan hingga besok (13/12), langkah yang biasanya diambil adalah meningkatkan pengawasan terhadap pabrik yang tidak memenuhi standar dan menghentikan sementara penerimaan permohonan pemeriksaan produk impor selama sekitar satu bulan.

Setelah pemeriksaan dimulai kembali, maka evaluasi akan dilakukan untuk setiap batch, dan jika ditemukan ketidaksesuaian lagi, maka akan diberlakukan larangan berkelanjutan berikutnya.

Selain itu, perusahaan SHUN SAI INT'L CORP. (旬採國際股份有限公司) yang mengimpor produk daging ikan cod dari Hokkaido, Jepang, juga ditemukan mengandung Total Volatile Base Nitrogen sebesar 87 miligram per 100 gram. Pengujian ini adalah indikator untuk mengevaluasi kesegaran makanan, dan jika nilai melebihi 35 miligram, itu menunjukkan "tidak segar".

Ini adalah pertama kalinya bagi perusahaan importir SHUN SAI INT'L CORP. ditemukan tidak memenuhi standar, dengan total produk 1 kilogram yang kemudian diperintahkan untuk dikembalikan atau dimusnahkan.

Pada Selasa hari ini (12/12), FDA mengumumkan daftar produk impor yang tidak memenuhi standar pangan di Taiwan, termasuk dua batch saus cabai dari Indonesia, buah anggur dari Korea Selatan, saus rasa udang dari Vietnam, minuman energi dari Amerika Serikat, kulit hiu beku dari Kosta Rika, serta kumquat, kiwi segar, dan daging ikan cod dari Jepang.

Komentar

Terbarumore