(Taiwan, ROC) -- Pemilihan Presiden dan Anggota Yuan Legislator 2024 akan diadakan sebentar lagi, yakni pada tanggal 13 Januari 2024. Asosiasi Demokrasi Pemuda Taiwan meluncurkan kampanye penggalangan dana daring, guna menyediakan 30 rute bus khusus untuk membantu para pelajar kembali ke kampung halaman mereka untuk mencoblos. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi biaya dan waktu perjalanan. Pihak asosiasi mengajak semua orang untuk mendukung gerakan ini, agar para pemuda tidak absen dalam pemilihan umum mendatang.
Asosiasi Demokrasi Pemuda Taiwan mengadakan konferensi pers pada Jumat pagi hari ini (8/12), menyatakan bahwa sejak tahun 2000, hari pemilu di Taiwan selalu berdekatan dengan periode ujian akhir semester universitas. Mahasiswa yang belajar di luar daerah, karena keterbatasan waktu dan jarak perjalanan, tidak dapat kembali ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tepat waktu atau karena biaya transportasi dan faktor lainnya tidak mampu pulang ke kampung halaman. Asosiasi Demokrasi Pemuda Taiwan telah memulai kampanye penggalangan dana online, bekerja sama dengan 30 universitas dan perguruan tinggi di seluruh negeri, untuk meluncurkan program membantu para pelajar pulang ke kampung halaman guna memberikan suara mereka.
Pada tanggal 12 dan 13 Januari 2024, pihak asosiasi akan menyediakan 30 bus khusus untuk mengakomodasi para pemuda kembali ke rumah mereka. Dengan hanya membayar tiket seharga NT$113, maka para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah bisa pulang ke rumah untuk mencoblos.
Ketua Asosiasi Demokrasi Pemuda Taiwan, Alvin Chang (張育萌), mengatakan, "Kami bahkan menyediakan subsidi tiket kapal dan pesawat teruntuk pulau-pulau terluar Taiwan, dengan harapan semua pelajar dari Taiwan, Penghu, Kinmen, dan Matsu dapat pulang untuk memberikan suara. Harga tiket online termurah kami adalah NT$113, yang merupakan simbolisasi dari tanggal pemilihan presiden tahun mendatang, yakni 13 Januari."
Ketua Persatuan Pelajar Taiwan, Weng Xin-rou (翁歆媃), menekankan bahwa para pemuda ingin memberikan suara, tetapi sistem di Taiwan sangat mempengaruhi partisipasi mereka. Program pulang ke kampung halaman ini bertujuan untuk menghubungkan universitas di utara, tengah, selatan, dan timur Taiwan, serta meminimalkan faktor-faktor yang menghambat partisipasi pemuda dalam pesta demokrasi.
Di samping itu, program ini diharapkan bisa mendorong keterlibatan politik pada penerus bangsa. Weng Xin-rou juga menegaskan bahwa semua biaya untuk proyek ini berasal dari penggalangan dana online dan tidak ada sumbangan dari partai politik tertentu.