(Taiwan, ROC) --- Pada Kamis hari ini (7/12), Yayasan Demokrasi Taiwan (TFD) menyelenggarakan upacara penghargaan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Asia ke-18 di Taipei Guest House. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) secara pribadi memberikan penghargaan kepada Amihan V. Abueva, seorang aktivis hak anak-anak asal Filipina.
Dalam kata sambutannya, Kepala Negara menyatakan bahwa Amihan Abueva telah lama berjuang demi hak-hak anak. Dia berkomitmen melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak, terutama perdagangan manusia dan eksploitasi seksual.
Sepanjang kariernya, Abueva telah menunjukkan dedikasi dan keberanian yang luar biasa, serta bekerja tanpa lelah untuk menciptakan dunia yang lebih aman bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Sesuai dengan kata-katanya bahwa "hak anak adalah tanggung jawab kita semua," dia juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui ceramah dan materi bacaan, dalam membantu orang dewasa dan anak-anak untuk mengenali tanda-tanda peringatan dan mencegah perdagangan manusia.
Presiden Tsai Ing-wen dalam sambutannya menjelaskan perihal upaya dan pencapaian Taiwan dalam perlindungan dan promosi hak anak. Salah satu kunci keberhasilan adalah memastikan adanya legislasi yang solid, seperti "Konvensi Hak Anak PBB", yang diadopsi oleh Taiwan pada tahun 2014.
Pengadopsian ini memberikan efek hukum domestik pada ketentuan perlindungan hak anak di bawah konvensi tersebut. Taiwan sendiri telah dua kali mengajukan laporan kenegaraan dan mengadakan sesi evaluasi.
Selain itu, ada penambahan bab tentang pelanggaran privasi seksual dalam hukum pidana untuk melindungi hak-hak anak lebih lanjut.
Presiden Tsai mengatakan, "Menurut deklarasi Konvensi PBB tentang Hak Anak, maka setiap anak berhak menikmati semua hak yang terdapat dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal. Oleh karena itu, Taiwan akan terus waspada dalam mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia yang telah diperoleh dengan susah payah. Dan melalui ini, akan lebih menguatkan perlindungan hak anak di dalam negeri dan secara global."
Dalam sambutannya, Amihan V. Abueva menjelaskan situasi terkini dan tujuan dari "Aliansi Hak Anak Asia (CRC Asia)" serta menekankan perlunya anak-anak memiliki kemampuan untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang berlebihan dan berita palsu di era ini.
Menurutnya, pemerintah yang baik harus menyediakan informasi yang benar dan sesuai usia untuk anak-anak. Ia berharap lebih banyak pembela hak asasi manusia terlibat dalam pekerjaan ini.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Demokrasi Taiwan atas kontribusinya terhadap perkembangan demokrasi dan hak asasi manusia di Asia, serta memastikan bahwa usaha para pembela hak asasi manusia dapat terus berlanjut.