(Taiwan, ROC) Perang militer Israel dan pasukan militan Palestina Hamas di Khan Yunis, Jalur Gaza kawasan selatan, bermula dari serangan tersengit dari Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal mereka terulang kembali.
Media AFP melaporkan, perang sengit dan pemboman menyebabkan sebagian besar kawasan Jalur Gaza hancur, setelah 1,9 juta warga mengungsi, kini fokus konflik beralih pada pengepungan kawasan selatan.
Menurut saksi mata yang menyampaikan kepada AFP, pasukan Israel, tank, kendaraan berlapis baja dan buldoser telah memasuki 2 kota besar di Khan Yunis, mendesak warga yang telah mengungsi dari kampung halamannya kini terulang kembali.
Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi kemarin menyampaikan, “pihaknya telah mengepung Khan Yunis kawasan selatan Jalur Gaza. Pihaknya telah menguasai banyak pos Hamas di kawasan utara Jalur Gaza, kini menargetkan pos-pos bagian selatan untuk ditindaklanjuti.”
Mayor Jenderal militer Israel, Yaron Finkelman mengatakan, perang kali ini dengan operasi darat yang paling intens pada akhir bulan Oktober.
AFP mengatakan, pagi hari ini sepanjang jalan di Khan Yunis kosong dan tidak ada tanda-tanda kehidupan, warga bersembunyi menyelamatkan diri dari serangan tembakan dan pemboman, sedangkan korban luka-luka dan tewas semakin memadati rumah sakit di Khan Yunis.
Media Reuters melaporkan bahwa penuturan yang disampaikan Hamas, kemarin terdapat 8 militer Israel tewas dan luka-luka, berhasil menghancurkan 24 kendaraan militer. Israel mengatakan, 5 pekan yang lalu mulai operasi darat militer, terhitung ada 84 militer yang tewas.
Wadah Pemikir AS, Insitut Studi Perang mengatakan, perang berkembang menjadi perang berjarak dekat, pasukan militer Hamas mengambil strategi perang, dengan memasang ranjau dan peledak rakitan
Militer Israel menyebut, pihaknya akan mengupayakan sekuat tenaga agar tidak melukai warga non-militer. Penjelasan dari militer Israel bahwa Hamas memanfaatkan warga untuk menjadi tameng, menghalangi warga berpindah ke lokasi aman, namun pasukan Hamas menyangkal pernyataan ini.