(Taiwan, ROC) --- Seorang Warganet baru-baru ini mengangkat topik tentang bagaimana orang-orang modern, khususnya generasi muda, yang cenderung lebih memilih lebih menjalani keseharian dengan gaya hidup "carpe diem"
"Carpe diem" adalah frasa Latin yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "petiklah hari." Frasa ini berasal dari puisi karya penyair Romawi Horatius. Dalam konteks aslinya, "carpe diem" mengajak orang untuk menikmati hari ini dan memanfaatkan kesempatan yang ada, tanpa terlalu khawatir tentang masa depan.
![]()
Meskipun menerima gaji yang tidak terlalu tinggi, banyak yang rela mengeluarkan uang untuk makan makanan enak, berlibur ke luar negeri, dan lain-lain.
Warganet bersangkutan menyadari bahwa setiap kali melewati restoran setelah jam kerja, selalu ada banyak orang yang mengantre untuk makan besar, dengan biaya rata-rata lebih dari NT$500/per orang.
Sebaliknya, ia sendiri lebih memilih makan makanan tradisional dan barang diskon di toko serba ada.
Ia pun kemudian bertanya, "Apakah benar banyak orang kaya yang rela mengeluarkan banyak uang untuk satu kali makan? Apakah itu tidak terlalu berlebihan?"

Setelah postingan ini dibagikan, topik tersebut berhasil menarik diskusi hangat di kalangan netizen.
Banyak yang berpendapat bahwa beberapa orang tidak berencana untuk membeli rumah, sehingga mereka dapat menikmati makan besar dengan lebih bebas.
"Karena mereka memilih untuk tidak membeli rumah, maka mereka punya uang lebih untuk makan besar. Jika tidak membeli rumah, uang tersebut tidak akan hilang (habis), kamu bisa makan besar setiap hari," tulis salah seorang netizen
Ada juga yang menuliskan, "Jika tidak berencana membeli rumah, tentu saja lebih bebas menghabiskan uang, daripada harus menjadi budak (bayar) kredit rumah."

Beberapa netizen juga menemukan, meskipun gaji yang diterima banyak orang tidak terlalu tinggi, tetapi masih banyak yang sering bepergian ke luar negeri, "Ekonomi Taiwan sepertinya sangat baik, banyak orang yang sering bepergian ke luar negeri."
Ada juga komentar yang menuliskan, "Jika hanya menghasilkan seribu atau dua ribu, apa lagi yang bisa dilakukan selain makan."
"Kebanyakan orang juga hanya makan besar beberapa bulan sekali. Setelah bekerja keras, rasanya pantas untuk makan enak sebagai penghargaan bagi diri sendiri," timpal komentar lainnya