(Taiwan, ROC) --- Ketua Yuan Legislatif, Yu Shyi-kun (游錫堃), hadir dalam program wawancara radio pada Rabu (22/11). Beliau menyatakan bahwa kandidat presiden dari Partai Demokratik Progresif (DPP), William Lai (賴清德), sangat dekat dengan rakyat dan memahami kebutuhan mereka di tingkat paling dasar. Dia percaya bahwa dukungan untuk 'pasangan Lai-Hsiao' akan meningkat. Yu Shyi-kun menyatakan bahwa di bawah pemerintahan DPP, ekonomi dan penanganan pandemi Taiwan sangat menonjol, serta mendapat penilaian positif dari komunitas internasional. Jika pemilihan tidak berjalan baik dan kembali ke 'Konsensus 1992', itu sama saja dengan kembali ke era 'Satu Tiongkok', yang mana hal tersebut tidak akan dapat melindungi nilai demokrasi Taiwan.
Yu Shyi-kun juga menyatakan bahwa 'pasangan Lai-Hsiao' mungkin akan menghadapi pertarungan yang sulit, tetapi bukan berarti tidak memiliki kesempatan untuk menang. Pada 22 November, Yu Shyi-kun hadir dalam wawancara radio khusus, '新聞放鞭炮' (baca: Xīnwén fàng biānpào). Yu Shyi-kun kemudian membahas tentang situasi pemilu yang dihadapi oleh kandidat William Lai. Yu Shyi-kun menyebutkan bahwa saat ini fokus para warga berpusat pada kemungkinan kerja sama antara partai pan biru dengan pan putih, dan William Lai kurang dibahas. Namun, ia percaya bahwa setelah semua kandidat terdaftar dan kembali ke jalurnya, maka warga akan mengevaluasi kemampuan pemerintahan pada kandidat presiden, dan saat itu dukungan untuk William Lai akan meningkat lagi.
Yu Shyi-kun juga menekankan bahwa di bawah pemerintahan DPP, hubungan Taiwan dengan AS berada dalam kondisi terbaik, serta pertumbuhan ekonomi meningkat, dan hasil penanganan pandemi Taiwan diakui dunia, bahkan berada di peringkat atas.
Dia juga menyatakan bahwa 'pasangan Lai-Hsiao' mungkin menghadapi pertarungan yang sulit, tetapi tidak berarti tidak memiliki kesempatan untuk menang.
Yu Shyi-kun mengatakan, "Saya pikir ini akan menjadi pertarungan yang cukup sulit, tetapi bukan berarti tidak ada kesempatan untuk terpilih, sehingga harus sangat hati-hati. Kebebasan dan demokrasi Taiwan diperoleh dengan darah dan air mata, sekarang dengan Tiongkok yang mengamati dengan cermat, beberapa orang mendukung 'Satu Tiongkok'. Ada orang yang mendorong untuk kembali ke Konsensus 1992, dan itu berarti kembali ke 'Satu Tiongkok'. Jika Taiwan kembali ke Tiongkok, kita bisa melihat dari apa yang terjadi di Hong Kong.'"
Yu Shyi-kun, yang menempati posisi keenam dalam daftar legislator nasional Partai DPP, menimbulkan keheranan publik karena sebelumnya ia menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi, tetapi kemudian menerima daftar nominasi. Menanggapi hal di atas, Yu Shyi-kun tidak berbicara banyak, hanya menyatakan bahwa William Lai adalah sosok yang sangat tulus. Ketika ditanya oleh pembawa acara apakah ia masih bersedia menjadi legislator biasa, jika DPP tidak memenangkan mayoritas kursi dalam pemilu, You Si-kun menjawab bahwa ia memiliki jawabannya sendiri, tetapi tidak ingin membahas spekulasi tersebut saat ini. Dia mengatakan, mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi tidak lagi menjadi ketua, tetapi masih tetap bertugas sebagai anggota kongres.
Terkait dengan daftar legislator nasional nasional DPP yang tidak menyertakan sosok perwakilan dari kalangan medis dan pensiunan jenderal, Yu Shyi-kun mengatakan bahwa ia telah bertanya kepada tokoh senior di bidang medis, yang menyatakan bahwa kandidat presiden sendiri adalah seorang dokter, jadi mengapa kalangan medis harus peduli dengan tidak adanya perwakilan di kursi legislatif. Yu Shyi-kun juga mengatakan bahwa Wakil Ketua Komisi Veteran (VAC), Lee Wen-chung (李文忠), berpendapat bahwa saran untuk menominasikan perwakilan militer patut untuk dipertimbangkan, dan jika ada kesempatan di masa depan, sebaiknya diberikan prioritas dan penyesuaian.

(foto: 江麗華)