(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan warga Taiwan yang masih tertahan di kawasan Utara Myanmar, Kemenlu pada hari Kamis ini (23/11) menyampaikan, kantor perwakilan ROC di Myanmar telah membantu pemulangan 149 warga Taiwan yang bermasalah di Myanmar, akan tetapi masih 84 warga Taiwan yang tertahan di sana, mengimbau agar warga Taiwan yang tertahan segera menghubungi kantor perwakilan setempat. Selain itu, media asing memberitakan otoritas kehakiman dari negara Wa telah menyerahkan 227 pelaku penipuan telekomunikasi kepada RRT, diantaranya ada 6 warga Taiwan, Kemenlu mengemukakan, pihak kepolisian berlanjut berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk mengklarifikasi, apabila benar adanya maka akan membantu pemulangan warga kembali ke tanah air sesuai dengan mekanisme hubungan lintas selat.
Juru Bicara Kemenlu Jeff Liu (劉永健) mengatakan, “Apabila komplotan penipuan telekomunikasi ini meminta yang bersangkutan membayar biaya hidup selama masa kerja, denda dengan alasan bersangkutan masuk ke Myanmar secara ilegal atau masa tinggal overstayed, atau biaya akomodasi dan makan selama tinggal di Myanmar, apabila yang bersangkutan atau temannya, atau keluarganya tidak dapat memberikan pinjaman untuk biaya tersebut maka dapat mempersulit atau memperlambat bantuan penyelamatan. Kemenlu dan kepolisian berupaya untuk membantu sesegera mungkin.”
3 organisasi swasta etnis minoritas membentuk aliansi bersenjata, pada tanggal 27 Oktober di sekitar negara bagian Shan melakukan aksi serangan terhadap pemerintah, pertempuran kedua belah pihak semakin sengit, serangan ini disebut dengan serangan “Operasi 1027” yang relevan dengan kerja sama memerangi penipuan telekomunikasi bersama RRT, sebagian besar komplotan pemipuan berposisi di Kokang Self-Administered Zone. Kemenlu telah mengimbay agar warga yang tertahan di sana, termasuk warga yang terjebak dalam zona ini agar segera menghubungi kantor perwakilan Myanmar setempat dan pihaknya akan memberikan bantuan sesegera mungkin.