(Taiwan, ROC) -- Voice of America (VOA) kolom pandangan di situs berbahasa Mandarinnya melaporkan pandangan dari Deng Yu-wen seorang pakar politik yang tinggal di Amerika Serikat. Dalam artikelnya Den Yu-wen menyampaikan, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pertemuan kali ini dengan pemimpin Tiongkok Xi Jin-ping dengan tegas menyampaikan posisinya terhadap Taiwan, tetapi juga membantah bahwa RRT memiliki rencana untuk mengerakan senjata menyerang Taiwan pada tahun 2027, beberapa pandangan terkait kemunngkinan RRT akan menyerang Taiwan pada tahun 2027 termasuk pandangan dari tentara Amerika Serikat sebelumnya sempat popular, ini juga menjadikan AS menjual persentataan militer dalam jumlahyang cukup besar ke Taiwan, serta melakukan pelatihan militer.
Sehubungan dengan Xi Jin-ping di hadapan Joe Biden membantah bahwa Tiongkok memiliki rencana menyerang Taiwan dengan kekuatan senjata, meskipun tidak menyerah dengan tekad dan keyakinannya untuk menyatukan kembali Taiwan. Dilihat dari logika sejarah, tahun 2027 bukan merupakan masa yang paling berisiko bagi Taiwan melainkan tahun 2030. Xi Jin-ping berkemungkinan besar akan berupaya merebut Taiwan kembali dalam periode ini.
Pandangan terhadap jadwal di mana Pemerintah Beijing akan mereunifikasi Taiwan dari dunia luar tidak sama. Sedangkan di mata lawan melihat bahwa keingian Xi Jin-ping untuk menarik Taiwan kembali sudah sangat pasti, sehubungan dengan apabila ia menggunakan kekuatan senjata menyerang Taiwan akan memicu pihak dunia barat mengambil tindakan menghukum Tiongkok, karena adanya risiko ini sehingga Tiongkok tidak berani mengambil tindakan gegabah.