(Taiwan, ROC) --- Tidak hanya menjadi indikator penting untuk mengukur tingkat obesitas, tetapi lingkar pinggang juga merupakan alat ukur penting untuk menghitung lemak viseral (lemak yang menumpuk di sekitar organ-organ dalam perut, seperti hati, lambung, dan usus).
Penelitian terbaru menemukan bahwa ada hubungan erat antara lingkar pinggang dengan tingkat harapan hidup seseorang. Terkait hal ini, dokter spesialis paru dan perawatan intensif, Dr. Ooi Hean (黃軒), dengan gamblang menyatakan, "Semakin besar lingkar pinggang, semakin pendek usia harapan hidup."
Melalui halaman Facebook, Dr. Ooi Hean mengingatkan bahwa lingkar pinggang sangat berkaitan dengan usia harapan hidup. Menurut penelitian terbaru, setiap penambahan 5 cm lingkar pinggang pada pria, maka akan meningkatkan risiko kematian sebesar 7%.
Sedangkan pada wanita, setiap penambahan 5 cm lingkar pinggang, maka akan meningkatkan risiko kematian sebesar 9%.
Selain itu, menurut penelitian yang diterbitkan dalam "Journal of the American Medical Association", pria dengan lingkar pinggang lebih dari 120 cm memiliki risiko kematian 2,02 kali lebih tinggi dibandingkan mereka dengan lingkar pinggang kurang dari 90 cm.
Wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 110 cm memiliki risiko kematian 2,36 kali lebih tinggi dibandingkan mereka dengan lingkar pinggang kurang dari 75 cm.
Oleh karena itu, dibandingkan dengan orang dengan lingkar pinggang normal, mereka dengan lingkar pinggang besar memiliki usia harapan hidup yang signifikan lebih pendek.

Dr. Ooi Hean lebih lanjut menjelaskan alasan di balik hubungan antara lingkar pinggang yang besar dan usia harapan hidup yang lebih pendek. Lingkar pinggang yang besar meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, hipertensi, hiperlipidemia, kanker, dan penyakit kronis lainnya.
Lingkar pinggang ideal untuk pria dewasa adalah kurang dari 90 cm, dan untuk wanita kurang dari 80 cm.
Melebihi ukuran di atas termasuk dalam obesitas perut, yang bisa meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.
Namun, Dr. Ooi Hean juga menekankan, meskipun banyak penelitian telah mengonfirmasi adanya hubungan erat antara lingkar pinggang dengan usia harapan hidup, tetapi beberapa ilmuwan menunjukkan bahwa hanya mengandalkan lingkar pinggang sebagai indikator kesehatan ternyata memiliki keterbatasan.

Indikator lain seperti Indeks Massa Tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh juga merupakan faktor penting dalam menentukan status kesehatan seseorang. Meskipun demikian, lingkar pinggang masih dapat dianggap sebagai indikator sederhana dan mudah diukur untuk mencerminkan status kesehatan individu dan risiko penyakit yang potensial.
Dr. Ooi Hean mengingatkan bahwa untuk menilai status kesehatan seseorang, maka sebaiknya dilakukan secara lebih komprehensif. Selain lingkar pinggang, maka sebaiknya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti BMI dan persentase lemak tubuh.
Menjaga ukuran lingkar pinggang yang normal, melalui diet seimbang, mengonsumsi makanan rendah lemak, gula, dan garam, ditambah dengan olahraga teratur, adalah cara penting untuk meningkatkan usia harapan hidup.
Menurut rekomendasi dari Biro Kesehatan Nasional (HPA), mereka dengan lingkar pinggang yang melebihi batas standar harus waspada terhadap kesehatan pribadi, dan sebaiknya mengambil tindakan proaktif untuk mengurangi terkena risiko penyakit kronis.