History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Generasi Muda Taiwan ternyata Percaya Influencer Ternama

  • 17 November, 2023
  • 李珮菁
Generasi Muda Taiwan ternyata Percaya Influencer Ternama
Platform-platform media sosial (foto: Reuters)

Para generasi muda Taiwan lebih banyak yang menggunakan YouTube daripada platform digital lainnya dan mereka umumnya mempercayai informasi dari para influencer (selebgram) ternama, demikian hasil survei dari King Car Cultural and Educational Foundation per 15 November 2023.

Dilansir dari Taipei Times, survei tersebut menyasar para siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Mereka ditanyai tentang platform apa yang biasa mereka gunakan dan bagaimana penilaian kredibilitas informasi yang mereka temukan.

Hasilnya, 80,2% responden rutin mengonsumsi konten dari YouTube, diikuti oleh televisi sebesar 65,7%, TikTok 50,7%, Instagram 48,8%, dan Facebook sebesar 47,9%.

Terkait sumber informasi yang dapat dipercaya, 45,3% responden menjawab televisi, 42,7% mengatakan tidak ada sumber yang benar-benar dapat dipercaya, dan 39,8% mengatakan mereka memercayai informasi dari keluarga serta teman mereka.

Hasil survei juga memperlihatkan bahwa para pelajar cenderung lebih percaya pada informasi dari media dan individu populer.

70,2 % responden mengatakan media dengan jumlah penonton atau sirkulasi yang tinggi cenderung memiliki kualitas terbaik, sementara 68,2% mengatakan informasi dari influencer terkenal dengan jumlah pengikut yang besar secara umum dapat dipercaya.

Terkait akurasi, 86,6% mengatakan media harus mempunyai tanggung jawab hukum atas konten mereka, sementara 70,4 % mengatakan bahwa jika seseorang mengirimkan informasi yang salah, mereka akan memberitahukannya. Namun, hanya 38,1% responden yang menggunakan platform pengecekan fakta.

Menurut direktur Yayasan King Car, Joyce Tseng (曾清芸) hasil survei menunjukkan bahwa konten gambar dan video populer di kalangan generasi muda. Pembangunan literasi informasi yang disesuaikan penting dalam hal tersebut.

Menurut profesor Fakultas Komunikasi Universitas Nasional Chengchi bernama Liu Hui-wen (劉慧雯), pergeseran ke video pendek yang hanya memberikan kesimpulan dapat menyebabkan pemikiran dangkal, serta tidak adanya deskripsi dalam suatu topik ataupun penjelasan terkait pandangan mereka akan topik tersebut. Pengajaran keterampilan literasi media dapat membantu membalikkan tren tersebut.

Survei terkait dilakukan pada 15 September hingga 15 Oktober, dengan 21.632 sampel valid dari pelajar Taiwan. Tingkat kepercayaannya mencapai 95% dan margin kesalahannya sebesar 3 poin persentase.

Komentar

Terbarumore