(Taiwan, ROC) --- Sebuah insiden kebakaran terjadi di tempat pengolahan sampah daur ulang di kota Zhunan, Kabupaten Miaoli, pada malam Tahun Baru 2018. Api tersebut kemudian menyebar dan membakar bangunan perusahaan lingkungan di sebelahnya.
Setelah dilakukan penyelidikan, dapat dipastikan kalau penyebab dari insiden tersebut adalah percikan api yang jatuh dari kembang api yang dimainkan oleh Pekerja Migran Asing (PMA) asal Vietnam.
Perusahaan yang terdampak tersebut kemudian mengajukan tuntutan kompensasi dari dua pekerja migran dan majikan mereka.
Namun, hakim memutuskan bahwa majikan tidak bertanggung jawab atas tindakan pekerja migran tersebut, karena majikan tidak mengetahui kalau pekerja mereka memainkan kembang api.
Akhirnya, dua pekerja migran bersangkutan diwajibkan membayar kompensasi sebesar NT$ 20,1 juta.

Sumber foto: 自由時報
Insiden kebakaran besar ini terjadi sekitar pukul 00:50 dini hari pada tanggal 1 Januari 2018 di daerah Shishan, kota Zhunan. Karena lokasi kejadian penuh dengan bahan mudah terbakar, membuat api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 07:00 pagi hari.
Hampir semua bahan daur ulang dan bahan baku plastik yang disimpan oleh pihak perusahaan lingkungan hancur terbakar tanpa sisa.
Penyelidikan polisi dan jaksa mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh dua pekerja migran asal Vietnam, yang diperkerjakan di pengolahan sampah daur ulang, bersama dengan seorang pria bernama A-Nan (阿南) yang juga berasal dari Vietnam, yang identitasnya tidak diketahui (diduga ilegal).
Ketiganya merayakan Tahun Baru dengan melepaskan kembang api di tempat pengolahan sampah daur ulang tersebut, tetapi percikan api dari kembang api tersebut malah menyulut material yang ada di tempat. Ironisnya, kobaran api juga sempat menjalar dan membakar area di sebelahnya.
Perusahaan lingkungan yang tidak puas karena material daur ulang plastik berharga mereka hampir seluruhnya terbakar, kemudian mengajukan tuntutan hukum terhadap para pekerja migran dan majikan mereka.

Sumber foto: 自由時報
Pihak majikan yang bermarga Tsai (蔡姓) menyatakan kepada hakim bahwa dia juga merupakan korban dalam insiden ini. Pada malam perayaan Tahun Baru, Tsai mengatakan bahwa dia telah mengonsumsi pil tidur dan tidak tahu bahwa pekerja migrannya telah mengambil kembang api dari lantai dua untuk kemudian dinyalakan.
Insiden tersebut juga sempat terekam oleh kamera CCTV yang dipasang di tempat kejadian.
Hakim menyampaikan bahwa karena aksi melepaskan kembang api oleh dua pekerja migran tersebut tidak terkait dengan pekerjaan mereka, dan tidak diketahui oleh pihak majikan, maka pengadilan memutuskan kalau majikan tidak harus bertanggung jawab atas kompensasi yang terkait.
Pada akhirnya, dua pekerja migran itu diwajibkan membayar kompensasi sebesar NT$20.149.000.