Belakangan ini, suhu di seluruh Taiwan turun drastis. Seorang dokter anak di Taiwan, Dr. Jaden (傑登) melalui halaman Facebook-nya, mengingatkan bahwa jika masyarakat ingin mengurangi kunjungan ke klinik untuk berobat, maka ada satu hal yang harus dilakukan, yakni pakaian tebal atau selimut yang disimpan di lemari harus "dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan". Hal ini disarankan untuk dilakukan guna menghindari reaksi alergi yang langsung muncul.
Dr. Jaden menyampaikan bahwa setiap kali musim berganti, selalu ada banyak anak dengan kasus alergi yang datang untuk berobat, dan tak terkecuali untuk tahun ini.
Beberapa orang yang membaca postingan itu pun terkejut dan berkata "sudah terlambat".

Dalam wawancara dengan media "ETtoday", Dr. Jaden menyatakan bahwa setiap tahun pada saat musim berganti, maka jumlah pasien dengan keluhan alergi hidung, asma, atau dermatitis atopik akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Saat dicari penyebabnya, mayoritas pasien akan menyampaikan bahwa keluhan tersebut dialami mereka, setelah menggunakan selimut atau sweater tertentu, yang biasanya juga disebabkan oleh rangsangan jamur atau tungau debu.
"Alasan seperti demikian, sering saya temukan di dalam klinik," terang Dr. Jaden.

Dr. Jaden menyarankan bahwa sebelum menggunakan selimut tebal yang disimpan di lemari selama beberapa bulan, sebaiknya dipanaskan di atas 55°C (dikeringkan di mesin pengering atau dicuci dengan mesin cuci air panas), kemudian dicuci, dijemur (atau dikeringkan) sebelum digunakan.
Dia juga menekankan bahwa hanya menjemur selimut di bawah sinar matahari ternyata tidak cukup.
"Meski telah membunuh tungau debu, tetapi fisik mereka masih ada, dan kontak atau inhalasi tetap bisa menyebabkan alergi, sehingga langkah "mencuci" tetap diperlukan," tambah Dr. Jaden.

Dr. Jaden juga menjelaskan, jika tidak dicuci dan langsung menggunakan mesin pengering (mode sterilisasi), maka tubuh tungau debu yang mati tetap bisa menyebabkan reaksi alergi. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mencuci sekali lagi setelah sterilisasi untuk "membuang tubuh tungau ke dalam air".
Menanggapi penjelasan Dr. Jaden, para netizen pun kembali bertanya, "Apakah masih berbahaya jika pakaian dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam kantong vakum?"

Dr. Jaden menjelaskan bahwa dalam proses mencuci, mengeringkan, dan melipat, produk pakaian masih mungkin akan terkontaminasi oleh tungau debu atau mikroorganisme lain, dan kemudian semua itu akan disegel bersama-sama ke dalam kantong vakum.
Selain itu, di dalam kantong tersebut, sebenarnya tidak sepenuhnya akan tervakum. Oleh karena itu, baik itu selimut atau pakaian musim dingin dalam bentuk apa pun, sebaiknya harus dicuci dulu sebelum digunakan, meski baru dikeluarkan dari kantong vakum.