(Taiwan, ROC) --- Di Taiwan, harga barang terus meningkat, membuat biaya hidup masyarakat semakin tinggi. Namun, baru-baru ini seorang influencer di Instagram menemukan sebuah gerobak mantou (roti kukus ala Tionghoa) yang sangat murah hati, di dekat stasiun MRT Xiaonanmen.
Hanya dengan NT$50, warga bisa mendapatkan tiga buah mantou besar. Setelah berbincang lebih lanjut, diketahui bahwa penjualnya adalah seorang kakek yang telah berusia 96 tahun. Alasan kakek ini tetap berjualan setiap hari juga membuat banyak orang terharu.

Influencer bernama SATOSHI sering berbagi cerita hangat di media sosialnya. Baru-baru ini, ia berkunjung ke dekat stasiun MRT Xiaonanmen dan bertemu dengan kakek yang sedang berjualan.
Harga produk di gerobak kakek tersebut sangat terjangkau, di mana tiga buah mantou besar dijual seharga NT$50, dan satu Shandong Da Bing (roti pipih khas Shandong) hanya NT$65.
Setelah berbincang dengan kakek tersebut, SATOSHI mengetahui bahwa usia sang kakek sudah mencapai 96 tahun.
Alasan kakek ini tetap berdagang adalah karena dia percaya kalau ia menghabiskan waktu seharian dengan tidur saja, maka akan membuat otak menjadi tidak baik.

Sumber: ETtoday
Bagi sang kakek, membuat makanan ini adalah bentuk olahraga, dan ia hanya menjualnya dengan harga pokok untuk mendapatkan sedikit uang. Cara ini dipilihnya untuk menjaga kesehatan tubuh dan kejernihan pikiran.
Kakek tersebut juga menyebutkan bahwa ia biasanya mulai berjualan dari pukul 7 pagi setiap hari, kecuali pada hari Sabtu dan Minggu. Baginya, omset penjualan tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah berkumpul bersama, bercanda gurau, dan saling sapa, karena dengan begitu segala hal dapat dihadapi dengan lebih lapang dada.
Cerita sang kakek tersebut pun mendatangkan reaksi luar biasa dari pengguna internet. Hingga saat ini, postingan tersebut telah mendapatkan lebih dari 7 ribu likes, dan banyak orang tergerak oleh kisah ini.
Beberapa netizen yang tampaknya tidak asing dengan sang kakek juga menyatakan bahwa kakek ini adalah seorang lansia yang hidup sendirian dan masih menyewa tempat tinggal.
Kadang-kadang, ia bahkan mengundang orang yang tidak membawa uang untuk mengambil mantounya, dengan pesan, "Bayarnya lain kali saja." Tentu saja tindakan sang kakek sangat menyentuh hati banyak orang.

Sumber: ETtoday
Dalam laporan khusus yang pernah dibuat oleh media "ETtoday," kakek ini sebenarnya sempat diwawancarai. Nama aslinya adalah Wang Xiang (王相), asal dari Kaifeng, Provinsi Henan, dan pindah ke Taiwan bersama dengan pemerintah Kuomintang pada tahun 1949.
Wang Xiang bangun setiap hari pukul 2 pagi untuk bekerja, dari menyalakan tungku hingga menguleni adonan, semuanya dilakukannya sendiri.
Pada pukul 6 pagi, ia mulai berjalan tertatih-tatih mendorong gerobak makanannya untuk berjualan. Setiap item di menunya dijual dengan harga kurang dari NT$20, semuanya adalah karya buatannya sendiri yang ia banggakan.
Meskipun memasang harga pada produknya, tetapi sang kakek suka berinteraksi dengan pelanggan dan sering mengatakan "beli setengah, gratis setengah".
Setelah pelanggan membeli, dia sering memberikan lebih banyak kue atau mengumpulkan sedikit uang kurang dari yang seharusnya. Ia menganggapnya ini sebagai cara untuk menjalin hubungan "pertemanan".

Tetangga di sekitarnya juga menambahkan bahwa Kakek Wang Xiang sudah berusia lebih dari 90 tahun, tinggal sendirian di Taiwan, dan masih menyewa rumah.
Banyak orang merasa kasihan kepadanya, sehingga mereka memberikan bantuan dengan cara yang halus, seperti dengan cepat membeli mantou terakhir di gerobaknya, agar Kakek Wang bisa pulang lebih awal untuk beristirahat.
Mengenai harapannya, Kakek Wang mengatakan bahwa ia telah tinggal di Taiwan selama lebih dari 70 tahun dan sudah menganggap tempat ini sebagai rumahnya.
Selama bertahun-tahun berjualan mantou, ia telah bertemu dengan banyak teman. Sekarang, ia hanya berharap masyarakat dapat hidup dengan damai dan harmonis, dengan tidak kekurangan makan di sisi mereka. Menurutnya, kondisi seperti itu adalah anugerah bagi Taiwan.