(Taiwan, ROC) -- Kementerian Tenaga Kerja (MOL) berencana memasukkan pekerja migran asal India ke Taiwan, Chen Junne-jih (陳駿季) selaku penganti sementara Menteri Pertanian saat menghadiri rapat interpelasi di Komite Keuangan Yuan Legislatif pada hari ini (15/11) ditanyakan apakah akan mengajukan permohonan pekerja migran India untuk diperkerjakan di industri pertanian? Chen Junne-jih menyampaikan bahwa untuk bidang industri pertanian mendapatkan kuota memperkerjakan pekerja migran sebanyak 7000 tenaga kerja tetapi masih akan mempelajari apakah akan menggunakan pekerja migran India, yang menjadi pertimbangan utama adalah kendala bahasa.
Kementerian Tenaga Kerja (MOL) merencanakan akan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU kerjsa sama terkait layanan ketenagakerjaan, dan akan memasukkan pekerja migran asal India ke Taiwan. Legislator dari partai berkuasa, Partai Progresif Demokrat (DPP) Chiu Yi-ying (邱議瑩) ketika menginterpelasi penganti sementara Menteri Pertanian Chen Junne-jih menanyakan, apakah akan mengajukan pekerja migran India untuk diperkerjakan di bidang pertanian?
Chen Junne-jih menyampaikan, kuota pekerja migran untuk industri pertanian sebanyak 12 ribu orang, Dewan Pertanian sendiri telah mengaju7kan 7 ribu orang dan sudah diperkerjakan sekitar 5 ribu orang, dengan demikian masih ada sekitar 7 ribu orang, tetapi pekerja migran India berbeda dengan pekerja migran Indonesia, dalam hal bahasa untuk komunikasi lebih menjadi kendala.
Selain itu, terkait dengan turunnya harga telur untuk beberapa waktu ini, Chen Junne-jih ketika diwawancarai membeber3kan, semua harga berdasarkan mekanisme harga pasar, tetapi saat ini harga yang terlihat masih terkendali.