History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Terungkap! Kota di Taiwan yang Paling Tidak Ingin Menikah

  • 15 November, 2023
  • 尤繼富
Terungkap! Kota di Taiwan yang Paling Tidak Ingin Menikah
Terungkap! Kota di Taiwan yang Paling Tidak Ingin Menikah

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 14 November 2023, Anggota Dewan Kota Chiayi, Cheng Kuang-hung (鄭光宏) mengungkapkan bahwa menurut survei yang dilakukan pada tahun 2018, Kota Chiayi merupakan kota di Taiwan dengan minat terendah untuk menikah. Survei ini dilakukan berdasarkan poling terhadap 8.000 pengguna internet.

Lebih lanjut, jumlah kelahiran baru di kota Chiayi juga terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Untuk kelahiran pada sepanjang tahun 2023 ini, diperkirakan jumlahnya tidak akan mencapai 1.200.

Cheng menyarankan agar pemerintah kota mengubah arah kebijakannya dan mendorong pernikahan serta kelahiran di kalangan generasi muda melalui penerapan kebijakan, anggaran, dan subsidi yang tepat.

Wali Kota Chiayi, Huang Min-hui (黃敏惠), menekankan bahwa masalah penurunan tingkat kelahiran adalah masalah keamanan nasional yang harus ditangani bersama oleh pemerintah pusat dan daerah.

Dalam pertemuan reguler pada Selasa kemarin (14/11), Cheng Kuang-hung mengutip Survei Penghargaan Kesehatan 2018, yang memperlihatkan bahwa Kota Chiayi adalah kota di Taiwan yang paling tidak berminat untuk menikah.

Berdasarkan laporan akhir tahun 2022 dari National Audit Office memperlihatkan bahwa di antara individu berusia 20 hingga 44 tahun, rata-rata ada lebih dari 50% belum menikah, yang mana hal ini tentu berkontribusi pada tingkat kelahiran yang terus menurun di Taiwan.  

Cheng Kuang-hung menambahkan bahwa pada tahun 2014, jumlah bayi baru yang lahir di Kota Chiayi adalah 2.100, tetapi angka tersebut terus menurun menjadi 845 pada akhir September tahun ini.

Diperkirakan jumlah keseluruhan untuk sepanjang tahun 2023, akan kurang dari 1.200 bayi.

Untuk mengatasi penurunan jumlah kelahiran, Yuan Eksekutif telah mendirikan sebuah kantor khusus pada tahun 2018 dan telah mengalokasikan anggaran lebih dari NT$400 miliar.

Meskipun pemerintah kota telah meningkatkan subsidi kelahiran serta memperbaiki fasilitas perawatan bayi dan anak, tetapi upaya tersebut tampaknya masih belum cukup untuk menghentikan penurunan jumlah kelahiran.

Cheng Kuang-hung kemudian mengungkapkan data kependudukan yang menunjukkan bahwa proporsi penduduk Kota Chiayi yang belum menikah berusia 25 hingga 44 tahun mencapai 52,52%, dengan proporsi pria yang belum menikah sebesar 58,86% dan wanita 46,37%.

Ia menekankan bahwa kebijakan dan anggaran pemerintah sebelumnya lebih banyak terfokus pada subsidi kelahiran dan perbaikan fasilitas perawatan anak setelah pernikahan.

Namun, masalah saat ini terletak pada kurangnya minat orang muda untuk menikah. Dia menyarankan agar fokus kebijakan di masa depan harus mendapat penyesuaian relevan.

Wali Kota Huang Min-hui menekankan bahwa masalah penurunan tingkat kelahiran bukan hanya terjadi di Kota Chiayi, tetapi juga merupakan masalah nasional dan global.

Ia berpendapat bahwa pemerintah dapat menggunakan kebijakan kesejahteraan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya, serta membangun masyarakat yang harmonis untuk memberikan rasa aman kepada generasi muda.

Wali Kota Huang Min-hui juga menyampaikan bahwa tahun ini, jumlah siswa yang masuk di jenjang SD kelas satu di Chiayi berada di kisaran 2.300, sedangkan jumlah kelahiran tahun lalu hanya 1.202, atau hampir setengahnya.

Beliau menegaskan bahwa masyarakat harus serius dalam menanggapi masalah ini. Pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk menemukan solusi, agar generasi muda dapat merasa yakin dan percaya diri untuk menikah, lalu membesarkan anak.

Komentar

Terbarumore