(Taiwan, ROC) --- Jambu biji, yang dikenal sebagai 'buah nasional' di Taiwan ini adalah produk tanaman yang bisa dipanen sepanjang tahun. Baru-baru ini, buah yang dikenal dengan sebutan 芭樂 (baca: Bālè) tersebut diberitakan mengalami lonjakan harga.
Salah satu yang mengalami lonjakan harga paling tinggi adalah jambu biji mutiara (珍珠芭樂), yang kini mencapai harga tertinggi dalam 20 tahun terakhir, dengan harga rata-rata per kilogram mencapai NT$66.
Menurut keterangan dari asosiasi petani di Changhua, produksi jambu biji tahun ini menurun hingga hampir 70% akibat pengaruh angin taifun. Diperkirakan produksi dan harga jambu biji, baru akan stabil kembali pada pertengahan Desember.

Sebagai produsen terbesar jambu biji di Taiwan, Kabupaten Changhua memiliki lahan tanam sekitar 1.239 hektar dengan total produksi sekitar 34.000 ton.
Wilayah Xizhou khususnya, yang memiliki lahan tanam terluas sebesar 560 hektar, kini tengah memasuki puncak musim panen jambu biji.
Biasanya harga grosir buah jambu biji pada periode ini berkisar antara NT$20 hingga NT$28 per kilogram, tetapi harga terus melonjak belakangan ini.
Harga jambu biji diketahui mulai naik pada bulan September menjadi NT$40, dan pada awal November harganya kembali melambung tinggi mencapai NT$66.36.
Berdasarkan data transaksi pasar di Taipei pada tanggal 10 November 2023, harga grosir jambu biji kembali melambung ke kisaran NT$78,3. Ini adalah harga tertinggi semenjak November 2021.

Menanggapi kenaikan yang terjadi saat ini, Sekjen Asosiasi Petani di wilayah Shetou, Hsiao Liang-zhen (蕭良珍), mengungkapkan bahwa musim panas tahun ini terasa lebih panas dan dampak taifun Haikui pada bulan September lalu telah menyebabkan hujan lebat berkepanjangan di Changhua, yang mengakibatkan buah jambu biji banyak yang rontok.
Ditambah lagi dengan kerusakan akibat taifun Koinu, menyebabkan kerugian besar bagi petani jambu biji, dengan produksi hanya tersisa 30%. Kondisi pasar yang mengalami kekurangan pasokan ini mengakibatkan harga terus meningkat.
Ke depannya, akan ditingkatkan bimbingan untuk para petani agar lebih baik dalam mengatur periode produksi, sehingga pasokan dan harga bisa lebih stabil.
Sementara itu, menurut anggota dewan Kabupaten Changhua, Lee Jun-yu (李俊諭), menyampaikan bahwa jambu biji yang dipanen setelah hujan besar di bulan Agustus mulai beredar di pasar pada awal Oktober.
Periode masa panen jambu biji yang dilakukan antara akhir Oktober hingga awal Desember, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pasokan di pasar. Dengan demikian, harga secara keseluruhan baru akan stabil menjelang akhir tahun.