(Taiwan, ROC) Pihak militan Hamas, Palestina mengatakan, dikarenakan krisis bahan bakar di rumah sakit Jalur Gaza mengakibatkan 5 bayi prematur, 7 pasien penderita penyakit berat meninggal dunia. Media AFP memberitakan, Wakil Menteri Kesehatan pemerintahan Hamas, Youssef Abu Rish mengatakan,“Yang dikuatirkan angka kematian hingga pagi ini semakin bertambah.”
Pemerintah Hamas pada hari ini (13/11), perang Israel-Palestina di Jalur Gaza setidaknya penambahan korban mencapai 11.180 jiwa. Kantor media Hamas mengemukakan, mencakup 4.609 balita, 3.100 wanita dan masih ada 28.200 orang yang luka-luka.
Rumah sakit terbesar di Jalur Gaza, Al-Shifa Hospital kembali di serang, pejabat kementerian kesehatan Hamas menyebut, klinik spesialis jantung di rumah sakit ini telah dihancurkan.
Palestinian Red CrescentSociety mengatakan, termasuk Al-QudsHospital dikarenakan tidak ada pembangkit listrik sehingga rumah sakit tidak dapat beroperasi, maka dikuatirkan pasien yang membutuhkan perlindungan dan pertolongan akan semakin bertambah.
Saat bersamaan, ada yang memberitahu, ada 2 rumah sakit spesialis anak-anak diminta untuk evakuasi, sehingga mereka dengan terpaksa berpindah ke jalan tanpa ada perawatan.
Petugas rumah sakit di Jalur Gaza, Mohammed Zaqut menyampaikan kepada media, rumah sakit Al-Nasr Children'sHospital dan Al-Rantisi PediatricHospital diminta untuk mengevakuasi pasien rumah sakit anak-anak Al-Nasr Children'sHospital dan Al-Rantisi PediatricHospital.