(Taiwan, ROC) --- Orang dengan karakter apa yang sebenarnya ingin direkrut oleh pemilik perusahaan di Taiwan?
Baru-baru ini, seorang Warganet mengunggah postingan di platform media sosial lokal Taiwan, menuliskan bahwa ia bertanggung jawab mengemban divisi personalia di salah satu perusahaan berskala menengah.
Dirinya memiliki tugas untuk merekrut dan menyeleksi karyawan baru. Ia tentunya selalu berusaha mencari kandidat terbaik untuk dipekerjakan, tetapi sang bos malah memintanya untuk tidak memilih mereka yang terlalu berprestasi (pintar).
Sang bos berpendapat bahwa mereka yang terlampau cerdas biasanya cenderung tidak dapat bekerja dalam waktu yang lama, dan terus mencari peluang baru, untuk loncat ke perusahaan lain.

Melalui platform media sosial Dcard, sang pengunggah memulai diskusi ini dengan memberi judul "Bos Memintaku untuk Tidak Mempekerjakan Orang yang Terlalu Pintar".
Ia menjelaskan bahwa dirinya bekerja di divisi personalia di sebuah perusahaan kecil di Taiwan. Meski tidak terlalu besar, tetapi perusahaan di mana ia bekerja menawarkan bayaran dan fasilitas yang sangat baik.
Tugasnya adalah menyeleksi dan memilih para kandidat karyawan untuk kemudian direkrut oleh pihak perusahaan. Setelah pelamar selesai diwawancara, ia akan mengikuti prosedur untuk merekomendasikan para kandidat yang memiliki kinerja baik kepada atasan.
Tapi uniknya, sang bos malah berpesan untuk tidak memilih mereka yang terlalu cerdas.

Setelah postingan tersebut diunggah, banyak netizen yang kemudian meninggalkan komentar mereka.
"Saya percaya bos Anda benar-benar telah mengalami masalah di mana karyawan yang ‘cerdas’, cenderung tidak bertahan lama. Sebagai pemilik perusahaan, tentu saja dia harus realistis dan objektif, " ujar salah satu netizen.
"Saya rasa pemikiran bos Anda itu bagus, tidak seperti beberapa bos yang menuntut tinggi dari karyawan mereka, tapi gaji yang diberikan seperti memberi sedekah kepada pengemis," tambah yang lain.
"Menurut saya, pemikiran bos Anda masih normal, karena dia sudah berpengalaman. Jadi, jangan terlalu memikirkannya. Benar sekali, pekerjaan HR adalah untuk menemukan orang yang cocok, bukan yang terbaik," ujar netizen lainnya.
Ada juga netizen yang menuliskan, "Sangat masuk akal! Beberapa perusahaan tidak ingin merekrut lulusan dari universitas ternama karena mereka tidak bertahan lama. Yang dibutuhkan bukan orang yang terlalu cerdas, melainkan mereka yang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik."