(Taiwan, ROC) -- Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index, CPI), tingkat kenaikan CPI Oktober Taiwan menembus 3%, mencapai 3,05% menerobos angka pertumbuhan tahunan sejak Februari tahun ini, menjadi kenaikan terbesar dalam 9 bulan terakhir, dengan demikian apakah kemungkinan bank sentral Taiwan akan kembali menaikan suku bunga? Kepala Bank Sentral Yang Chin-long dalam rapat interpelasi Komite Keuangan Yuan Legislatif menyampaikan, CPI untuk Oktober menembus angka 3%, alasan utama adalah dampak dari taifun, Bank Sentral beranggapan saat ini inflasi Taiwan masih termasuk ringan jika dibandingkan dengan negara lainnya, mengenai kebijakan moneter bank sentral masih tetap dipertahankan, penaikan suku bunga masih belum berakhir.
Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) telah dua kali menginjak rem kenaikan suku bunganya, tetapi apakah selanjutnya tidak akan menaikkan suku bunga, hal ini masih menjadi pilihan yang dipertahankan, bagaimana dengan kelanjutan dari kebijakan moneter Bank Sentral Taiwan, apakah Taiwan juga mengikuti langkah mengakhiri kenaikan suku bunganya? hal ini yang juga menarik perhatian umum.
Dalam rapat interpelasi Komite Keuangan Yuan Legislatif yang berlangsung akhir pekan lalu, Kepala Bank Sentral Yang Chin-long menyampaikan, menilik situasi kenaikan suku bunga dari masing-masing negara utama seperti Amerika Serikat, Inggris, kawasan Eropa, Kanada dan Austria sudah berada di titik yang tinggi, tingkat inflasi Taiwan pada dasarnya juga akan perlahan-lahan menurun, tetapi kenaikan tingkat suku bunga belum berakhir.