(Taiwan, ROC) -- Perusahaan induk media sosial raksasa Facebook, Meta Platforms hari ini mengumumkan, platform di bawah benderanya yaitu Facebook dan Instagram mengharuskan untuk memberitahukan apakah iklan politik yang terpasang di platform berkaitan dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Associated Press (AP) yang berkantor pusat di New York Amerika Serikat melaporkan bahwa bukan hanya Amerika Serikat yang akan menyelenggarakan pemilu pada tahun depan, juga ada beberapa negara seperti Meksiko, Afrika Selatan, Ukraina, Taiwan dan Pakistan serta lainnya yang juga menyelenggarakan pesta demokrasi..
Berdasarkan kebijakan baru yang diterapkan oleh Meta Platforms, ketika pelanggannya memasang iklan wajib memberikan label yang mengungkapkan jika iklan tersebut dibuat dengan menggunakan AI dalam tampilan layar pelanggan. Peraturan ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2024
Kebijakan baru Meta ini mencakup permasalahan berkaitan dengan iklan masyarakat sosial, pemilu atau kandidat calon dalam pemilu, termasuk penggunaan AI untuk merevisi tokoh manusia yang asli atau citra dari sebuah kejadian/insiden. Untuk penyesuaian gambar dengan menggunakan teknik ini seperti menyesuaikan warna, besar kecil, atau memperjelas gambar tidak perlu mencantumkan.
Penggunaan teknologi AI berkembang sangat pesat mempermudah untuk pembuatan audio, gambar maupun video, tetapi apabila teknologi ini jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab maka kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan video palsu dengan menggunakan video dari kandidat pemilu atau memberikan citra lain untuk kecurangan pemilu atau gambar palsu pada tempat pemungutan suara dan lainnya yang mungkin berakibat fatal.
Selain itu, pengaruh dari media sosial saat ini sangat kuat, informasi-informasi palsu ini mungkin akan tersebar luas sehingga dapat membuat persepsi yang salah dari masyarakat. Amerika Serikat sendiri telah mengeluarkan iklan politik yang dibuat dengan AI. Komite Partai Republik AS (RNC) pada April tahun ini telah mengeluarkan iklan yang dibuat oleh AI yang menampilkan gambaran apabila Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat terpilih lagi.
Iklan ini dibuat dari gambar-gambar nyata yang diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah video yang menampilkan bagaimana toko-toko diitutup dengan papan kayu, tentara militer yang lalu lalang di jalan, dan situasi buruk yang ditumbulkan oleh kaum imigran. Iklan ini telah diberikan label sebagai iklan buatan dari AI sehingga masyarakat mengetahui jelas.