(Taiwan, ROC) -- Pada Selasa hari ini (7/11) Asosiasi Perlindungan Lingkungan "Greenpeace" merilis laporan perdana mereka perihal manfaat lingkungan dari penggunaan cangkir daur ulang untuk kawasan Asia Timur. Laporan tersebut menunjukkan bahwa setiap tahunnya Taiwan menggunakan sekitar 187.000 cangkir daur ulang, yang mana dapat mengurangi emisi karbon sebesar 25%. Jika semua 4 miliar cangkir minuman yang digunakan di seluruh Taiwan dalam setahun diganti dengan cangkir daur ulang, maka dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 58.000 ton. Angka di atas ternyata setara dengan berkurangnya 240.000 kendaraan bermotor di jalanan Taiwan selama setahun.
Berdasarkan data statistik dari Kementerian Lingkungan Hidup, Taiwan diketahui menggunakan sekitar 4 miliar cangkir minuman setiap tahunnya. Semenjak tanggal 1 Januari 2023, pihak kementerian telah mempromosikan penggunaan cangkir daur ulang dengan mewajibkan pihak toko waralaba dan restoran cepat saji untuk menyediakan layanan peminjaman cangkir daur ulang setidaknya 5% dari total gerai yang mereka miliki.
Pada tanggal 7 November 2023, Greenpeace merilis laporan pertama mereka perihal manfaat lingkungan dari penggunaan cangkir daur ulang di Asia Timur. Manajer yang bertanggung jawab terhadap proyek pengurangan sampah plastik, Chang Kai-ting (張凱婷), menyampaikan bahwa Greenpeace mengumpulkan data dari 5 pabrikan cangkir daur ulang di empat negara, masing-masing Taiwan, Korea, Jepang, dan Hong Kong.
Mereka menghitung dampak lingkungan yang diakibatkan dari seluruh siklus penggunaan cangkir daur ulang, mulai dari produksi, distribusi, penggunaan, pencucian, hingga pembuangan akhir. Yang mana perhitungan ini akan disesuaikan dengan struktur energi dan metode pengelolaan limbah di masing-masing wilayah. Hasil memperlihatkan bahwa dibandingkan dengan cangkir minuman sekali pakai, maka penggunaan cangkir daur ulang memiliki dampak polusi yang lebih rendah.
Chang Kai-ting menerangkan bahwa Taiwan saat ini menggunakan sekitar 187.000 cangkir daur ulang dalam setahun. Penggunaan cangkir daur ulang tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 25.4%, serta menurunkan konsumsi sumber daya air sebesar 36.9%, dan polusi udara sebesar 36%. Jika semua 4 miliar cangkir minuman yang digunakan di Taiwan setiap tahun diganti dengan cangkir daur ulang, maka dapat mengurangi emisi karbon sebesar 58.000 ton.
Chang Kai-ting mengatakan, "Jika semua 4 miliar cangkir minuman sekali pakai setiap tahun di Taiwan diganti dengan cangkir daur ulang, maka kita bisa menghemat konsumsi minyak sebanyak 344.000 barel, serta mengurangi konsumsi sumber daya air yang setara dengan 225 kolam renang Olimpiade, dan juga bisa mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh 240.000 sepeda motor yang beroperasi di jalan-jalan Taiwan selama setahun. Ini adalah estimasi berdasarkan skenario yang ada sekarang, jika kita meningkatkan frekuensi penggunaan cangkir daur ulang dalam sistem ini, maka polusi yang berkurang bisa lebih banyak lagi."
Chang Kai-ting mendesak pemerintah dan perusahaan untuk mempercepat ekspansi tempat-tempat penggunaan cangkir daur ulang, seperti di acara olahraga, stadion, bioskop, restoran berantai dan café. Dengan demikian, target pemakaian cangkir daur ulang sebanyak 50% pada tahun 2030 mendatang dapat tercapai.
Ia juga mendesak Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyertakan ketentuan yang lebih bermakna ke dalam "Undang-Undang Promosi Sirkulasi Sumber Daya Energi", guna memfasilitasi pencapaian target nol emisi karbon pada tahun 2050 mendatang.