(Taiwan, ROC) -- Berkaitan dengan keiikutsertaan pelajar RRT dalam asuransi kesehatan nasional, Perdana Menteri Chen Chien-ren mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir pengalaman pencegahan pandemi menyadarkan masyarakat bahwa betapa pentingnya jaringan pemeliharaan kesehatan, begitu mudah timbul celah dalam pencegahan pandemi. Maka dari itu berkaitan dengan pelajar asing, pelajar Tionghoa perantauan, masih ada pelajar Makau, pelajar RRT seyogyanya kesehatan mereka juga patut diperhatikan oleh pemerintah Taiwan.
Diharapkan dengan berpegang pada konsep pengembangan kesehatan berkelanjutan, maka bersama setiap orang yang bekerja, mengenyam pendidikan di Taiwan, hak hidup sehat mereka juga diperhatikan, lebih lanjut menciptakan visi “sehat tanpa batas”, “tidak mengabaikan siapa pun”.
Media memberitakan bahwa Taiwan-India dalam tahap perencanaan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pekerja migran asing di Taiwan, PM Chen merespons, hubungan ekonomi Taiwan-India saling melengkapi, kedua belah pihak berharap dapat mempromosikan hubungan ekonomi, sedangkan isu pekerja migran India telah dibahas selama beberapa tahun, pemerintah tengah menginventarisir kebutuhan dari berbagai lapisan masyarakat, baru diputuskan dibuka untuk kategori industri yang diperlukan, yang utama adalah Taiwan-India sepakat bekerja sama dan mempererat pembinaan hubungan perekonomian.
PM Chen meninjau kebijakan terkait subsidi biaya sewa dan melakukan pertukaran dengan perwakilan penyewa rumah, pada sore hari melakukan inspeksi di asrama kampus National Central University. PM Chen mengatakan, pemerintah selain mengumumkan akan memberikan subsidi biaya lain-lain kepada pelajar untuk universitas swasta, yang bertujuan membantu mengurangi beban biaya tanggungan pelajar, telah menyetujui akan memberikan subsidi untuk biaya sewa rumah, sedangkan pelajar yang tinggal di asrama sekolah juga akan dipelajari apakah akan diberikan subsidi atau tidak. Pemerintah berharap melalui upaya dmeikian akan membantu mengurangi beban pelajar sehingga dapat belajar dengan tenang, pemerintah melanjutkan kebijakan pembinaan bagi kelompok usia 0-22 tahun.