(Taiwan, ROC) --- Seorang warga menemukan sebuah boneka jerami yang diletakkan begitu saja di tepi tanggul di kota Dalin, Chiayi.
Boneka jerami tersebut mengenakan pakaian merah dengan kertas bertuliskan mantra, wajah sang boneka juga ditutupi dengan kertas yang digambari wajah manusia.
Di samping boneka tersebut, juga terdapat bekas pembakaran kertas uang sembahyang, membuat yang melihat pun bisa merinding ketakutan.
Menanggapi fenomena di atas, ahli numerologi di Taiwan menyampaikan bahwa ini adalah salah satu dari upacara tradisional yang dikenal dengan sebutan "Ritual Persembahan untuk Tiga Kematian 祭三喪", yang dilakukan ketika dalam satu tahun ada dua orang dalam keluarga yang meninggal dunia.
Ritual ini dilakukan untuk menghindari kematian orang ketiga, dan boneka jerami yang hadir dalam upacara tersebut melambangkan orang atau pihak ketiga. Dan seharusnya boneka tersebut dibakar, bukan diletakkan di pinggir jalan pada siang bolong.

Sumber Foto: 自由時報
Media di Taiwan, Liberty Times, mewartakan bahwa boneka jerami tersebut berukuran sekitar 40 cm, dengan bagian wajah tertutup kertas yang digambari wajah manusia, serta mengenakan pakaian merah dengan tulisan mantra yang juga ditulis dengan tinta berwarna merah.
Warga sekitar yang kebetulan melintas sempat terkejut dan menyampaikan bahwa boneka jerami itu dibawa oleh orang yang tidak dikenal pada beberapa hari lalu di tengah malam yang sunyi.
Selain boneka jerami, pihak yang tidak dikenal tersebut juga membawa sebuah kantong besar berisikan kertas sembahyangan. Dan anehnya, setelah seluruh kertas sembahyang dibakar, boneka jerami itu ditinggalkan begitu saja.

Sumber Foto: 自由時報
Ahli tradisi dan adat-istiadat di Taiwan, Liao Ta-yi (廖大乙) menyampaikan bahwa dalam praktik tradisional dahulu kala, jika dalam setahun, ada dua anggota keluarga yang meninggal dunia, maka mereka akan meletakkan kecoak di dalam kotak korek api untuk dikubur/dibakar bersama dengan peti mati milik anggota keluarga kedua, sebagai simbol pengusiran roh jahat, atau ada juga yang membakar boneka jerami.
Liao Ta-yi menuturkan, menurut tradisi dan kepercayaan di Taiwan, boneka jerami tersebut harus dibakar sebagai tanda bahwa seluruh prosesi telah selesai dilakukan.

Pendiri Asosiasi Pendidikan Numerologi Ming Men di Taichung, Yang Deng-ke (楊登嵙) menyampaikan bahwa dalam "Ritual Persembahan untuk Tiga Kematian", biasanya akan meminta pendeta Taoisme untuk menyiapkan boneka jerami, ayam, dan bebek, sebelum memulai ritual.
Dalam upacara tersebut, boneka jerami akan dijadikan sebagai pengganti orang/pihak ketiga, serta menggunakan darah jengger ayam hidup untuk "membuka mata dan menggambar mantra sebagai pemandu jalan", dan menggunakan darah dari bagian bibir bebek untuk "menekan roh jahat".
Setelah itu ayam dan bebek akan dilepaskan, sedangkan boneka jerami akan ikut dengan peti mati yang menampung jenazah orang kedua. Kemudian boneka jerami tersebut akan dikuburkan di dekat makam.

Di samping itu, pakar lainnya, Huang Rui-cun (黃瑞村), menyampaikan bahwa boneka jerami dihadirkan guna mewakili pihak ketiga dan seharusnya dibakar untuk menuntaskan prosesi ritual.
Menanggapi adanya boneka jerami yang tertinggal di sudut jalan, Huang Rui-cun mengingatkan kepada para warga untuk jangan sekali-kali menyentuhnya dan harus ditangani sesegera mungkin dengan hati-hati.
