(Taiwan, ROC) -- Guna membantu meningkatkan perekonomi dan sosial perempuan di negara sahabat diplomatik, Duta Besar Taiwan untuk Guatemala Miguel Tsao (曹立傑) tanggal 6 November mewakili yayasan amal Taiwan, menyumbangkan 888 gulung kain (74.019 meter) yang dimuat dalam kontainer sebesar 40 kaki untuk digunakan dalam program kesejahteraan sosial dan kursus pelatihan di lembaga pelatihan kerja Guatemala, yang akan bermanfaat bagi perempuan dalam mewujudkan impian mereka untuk memulai usahanya.
Dalam pers rilis Kedutaan Besar Taiwan di Guatemala menyebutkan, Miguel Tsao sehari sebelumnya telah menerima undangan dari Sara Lopez selaku Direktur Kantor Sekretariat Kesejahteraan Sosial Ibu Negara Guatemala (SOSEP), untuk bersama-sama memimpin upacara donasi dari "Yayasan Amal Swasta Wu Jun-jie Tainan".
Miguel Tsao menyampaikan bahwa Yayasan Amal Swasta Wu Jun-jie Tainan sering menyumbangkan bahan kain ke negara-negara di Eropa Timur, Amerika Tengah, dan Afrika. Tahun ini, mereka untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Guatemala dan mendonasikan bahan kain melalui organisasi "SimplyHelp".
Sara Lopez mengucapkan terima kasih atas upaya berkelanjutan pemerintah Taiwan dalam memfasilitasi lembaga swadaya masyarakat dan menyediakan bantuan kepada Guatemala. Bantuan yang terus-menerus disalurkan oleh organisasi masyarakat Taiwan telah memberikan manfaat kepada para lansia, perempuan, dan anak-anak di Guatemala. SOSEP secara konsisten melaksanakan program kesejahteraan sosial di tiap provinsi di Guatemala, dan bantuan dari Taiwan telah memperlancar jalannya program tersebut.
Candida Mariela Mendez selaku wakil dari penerima bantuan, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Taiwan dan Yayasan Amal Swasta Wu Jun-jie Tainan atas donasi kain yang diberikan. Melalui program kesejahteraan sosial SOSEP dan kursus pelatihan dari Lembaga Teknis Pelatihan dan Produktivitas (INTECAP), dia bersama dengan penerima manfaat lainnya di Provinsi Sacatepequez di dekat ibu kota Guatemala telah mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan mimpi berwirausaha.
Candida mengungkapkan, setiap gulung kain lebih dari sekadar alat untuk memulai usaha bagi mereka yang kurang beruntung dalam hal pendidikan, melainkan juga menjadi harapan bagi mereka untuk terus melangkah maju.