(Taiwan, ROC) --- Sebuah toilet emas yang didesain oleh seniman Italia, yang diberi nama "America", telah dipamerkan di Istana Blenheim di Inggris selama empat tahun.
Tak disangka, hanya dalam dua hari pameran, karya seni yang sangat mencolok ini menghilang dan hingga saat ini belum diketahui di mana keberadaannya.
Menurut laporan dari "The Guardian," meskipun jaksa penuntut di London telah mengidentifikasi dan mendakwa empat tersangka utama, tetapi hingga saat ini toilet senilai GBP4,8 juta (setara NT$190,5 juta) yang terbuat dari emas 18 karat tersebut telah lenyap dari permukaan bumi.
Faktanya, toilet "America" bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga merupakan toilet yang bisa berfungsi normal pada umumnya, dan telah digunakan oleh setidaknya 100.000 orang.

Perancang toilet emas ini adalah seniman asal Italia, Maurizio Cattelan. Karya ini menjadi terkenal semenjak dipamerkan di Museum Solomon R. Guggenheim, AS, pada tahun 2016 silam. Yang mana di kala tersebut, para pengunjung juga dipersilakan untuk langsung menggunakan toilet "America". Dan untuk menghindari kerumunan yang terlalu padat, maka setiap orang di kala tersebut hanya diberikan waktu menggunakan selama tiga menit.
Hadirnya toilet emas tersebut, sempat membuat heboh dan berhasil menarik setidaknya seratus ribu orang untuk mengantre dan mencoba menggunakannya.
Media Inggris melaporkan bahwa pada bulan September 2019, toilet emas "America" dipamerkan di Istana Blenheim, yakni tempat kelahiran Perdana Menteri Inggris yang ternama pada era Perang Dunia II, Winston Churchill.

Namun hanya dua hari setelah pembukaan pameran, karya seni tersebut dicuri. Para pencuri tidak hanya membawa kabur toilet, tapi juga merusak pipa di belakangnya, menyebabkan ruangan tersebut banjir dan merusak Istana Blenheim yang merupakan situs bersejarah.
Empat orang yang diduga sebagai tersangka utama, akan menghadapi berbagai tuduhan termasuk pencurian. Namun, yang lebih memicu rasa penasaran publik adalah, di mana sebenarnya toilet emas tersebut berada sekarang?