(Taiwan, ROC) --- Jumlah penduduk bumi telah menembus angka 8 miliar pada bulan November 2022, yang mana hal ini serta-merta juga dibarengi dengan krisis bumi yang disebabkan oleh overpopulasi.
Berdasarkan penelitian tim dari University of Rhode Island di Amerika Serikat, saat ini terdapat 99 kota pesisir di seluruh dunia yang perlahan-lahan tengah tenggelam. Dari daftar tersebut, ternyata Kota Taipei diindikasikan sebagai '3 kota di Asia' yang tenggelam paling cepat.
Media asing "Daily Mail" mewartakan, tim penelitian University of Rhode Island menggunakan sinyal mikro yang dipancarkan ke bumi oleh satelit untuk menganalisis ketinggian permukaan tanah di berbagai kota.

Dan dari analisis di atas ditemukan bahwa semenjak tahun 2015 hingga 2020, terdapat 99 kota di dunia yang kecepatan penurunan tanahnya lebih cepat ketimbang naiknya permukaan laut.
Kota di dunia dengan kecepatan penurunan tanah tercepat, semuanya terletak di Benua Asia, yakni Jakarta dan Semarang di Indonesia, serta Tianjin di China.
Semarang dan Jakarta tenggelam dengan kecepatan lebih dari 3 sentimeter per tahun, sementara kecepatan penurunan Tianjin lebih dari 4 sentimeter per tahun.
Penelitian bersangkutan menunjukkan bahwa alasan utama penurunan kota-kota tersebut terkait dengan faktor manusia, meliputi pengambilan air tanah yang berlebihan, penambangan, dan ekstraksi bahan bakar fosil.

Laporan tersebut juga menyoroti empat kota besar dengan penduduk padat di dunia, yang mengalami penurunan permukaan tanah, misal Tianjin (dengan populasi 12 juta orang), ibu kota Filipina Manila (22 juta orang), ibu kota Pakistan Karachi (16 juta orang), dan kota terbesar kedua di Bangladesh, Chittagong (9 juta orang), yang setiap tahunnya terus tenggelam dengan kecepatan 1 hingga 2 sentimeter.
Data ini diterbitkan dalam jurnal "Geophysical Research Letters", dan salah satu ilmuwan kemaritiman dari University of Rhode Island yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut, Meng Wei, memberikan peringatan bahwa penurunan kota ini setidaknya mempengaruhi lebih dari 200 juta populasi bumi.
Meskipun banyak kota telah mengambil tindakan untuk menghadapi kenaikan permukaan laut, tetapi mereka belum menangani faktor utama yang menjadi penyebab dari penurunan tersebut.