(Taiwan, ROC) --- Banyak warga di Taiwan yang sering menyisihkan pemasukan bulanan mereka untuk diberikan kepada orang tua sebagai tanda berbakti. Dan seringkali jumlah yang harus diberikan menjadi topik diskusi yang hangat diperbincangkan.
Namun, baru-baru ini, ada seorang menantu wanita yang mengeluh bahwa mertuanya bahkan meminta ia menyerahkan seluruh gajinya, dan hanya boleh menyisakan 'UMR' di badannya.

Seorang Warganet membagikan keluh kesahnya dalam grup komunitas di Facebook, yaitu "毒菇九賤婆媳討論區" baca: Dú gū jiǔ jiàn póxí tǎolùn qū, mengeluhkan bahwa mertuanya memiliki pandangan yang sangat tradisional, percaya bahwa setelah menantu wanita menikah dan masuk ke dalam keluarga suaminya, maka sang menantu harus memberikan segalanya untuk keluarga suami.
Menantu wanita tersebut mengatakan, kalau sang mertua awalnya ingin dia menyerahkan seluruh gajinya, dan sang menantu setiap bulan akan diberi uang jajan oleh sang mertua.
Setelah beberapa kali menolak, sang mertua kemudian datang dengan 'ide baru', mengatakan bahwa dia (menantu) bisa menyisakan 'UMR' untuk biaya hidup, dan sisanya diserahkan kepada mertua.

Begitu postingan diunggah, netizen lainnya pun beramai-ramai memberikan komentar mereka.
"Kenapa uang yang dihasilkan sendiri harus diberikan kepada mertua? Suruh dia kerja sendiri. Mertuamu itu benar-benar keterlaluan, kalau mau memberi, ya kepada ibu kandungmu sendiri," tulis salah seorang netizen.
Beberapa netizen berpendapat, jika mertua dan menantu tinggal 1 atap, dan sang mertua membutuhkan biaya hidup, maka sebaiknya diambil dari suami, atau sepasang suami istri itu lebih baik segera pindah tempat tinggal.
"Meminta biaya hidup tidak seharusnya dari menantu wanita! Apapun biayanya, mertuanya seharusnya tidak mengambil dari menantu wanita (uang yang menantu wanita hasilkan)," tulis salah seorang netizen.
Namun, ada juga netizen yang berpendapat bahwa menantu wanita bisa memberikan sedikit uang kepada mertuanya sebagai uang saku, "Jika tinggal bersama mertuanya, bisa memberikan 2-3 ribu sebulan sebagai uang saku, jika tidak, maka tidak perlu untuk tinggal bersama satu atap."