(Taiwan, ROC) --- Menurut statistik tenaga kerja Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), jumlah total jam kerja orang Taiwan pada tahun 2022 adalah 2.007,6 jam, yang hanya lebih rendah dari Singapura di antara negara-negara Asia, sehingga beberapa Warganet menyematkan sebutan "kelelahan kerja" kepada Taiwan.
Sehubungan dengan hal ini, seorang Warganet bertanya apakah jam kerja di Taiwan terlalu panjang jika dibandingkan dengan negara lain, bahkan jumlah hari libur tahunannya pun lebih sedikit, yang mana kemudian memicu diskusi hangat di kalangan netizen.

Seorang Warganet mengangkat topik tersebut melalui unggahan di forum online PTT, ia membahas tentang jam kerja basic sehari-hari di Taiwan yang berdurasi 8 jam. Jika ditambah dengan satu jam istirahat siang, kebanyakan orang akan menghabiskan waktu hingga 9 jam di kantor atau tempat kerja.
Warganet tersebut menambahkan, mengingat bahwa beberapa pekerja tidak tinggal dekat dengan tempat kerja mereka, waktu perjalanan rata-rata diperkirakan akan memakan waktu satu jam. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan akan lebih panjang lagi.
Bahkan sang pengunggah postingan kemudian membandingkan dan memberikan contoh dari luar negeri, yaitu Australia, di mana jam kerja per minggu hanya 38 jam, yang jika dihitung menjadi sekitar 7,5 jam per hari. Perihal cuti tahunan, seorang pekerja di Australia akan mendapatkan minimal 4 minggu cuti ketika mereka mulai bekerja.
"Apakah Taiwan benar-benar ketinggalan?" tanya pengunggah bersangkutan

Unggahan di atas sontak saja mendatangkan ragam komentar dari pengguna internet lainnya. Banyak netizen yang kemudian memberikan komentar mereka.
"Ketika sampai di rumah, praktis tidak ada tenaga yang tersisa!" tulis salah seorang netizen.
"Jam kerja paling tinggi, cuti tahunan paling sedikit, harga properti dan biaya hidup paling mahal, gaji paling kecil, kondisi di sini memang parah," tulis salah satu komentar.