(Taiwan, ROC) —- Baru-baru ini, saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) menyebutkan bahwa "energi nuklir adalah energi hijau". Pernyataan Beliau serta-merta memicu spekulasi publik perihal apakah pemerintah telah mengubah sikap anti-nuklirnya.
Ketika ditemui Jumat hari ini (3/11), PM Chen menegaskan bahwa visi Taiwan untuk menjadi rumah bebas nuklir sudah menjadi konsensus sosial, dan berbagai upaya akan dilakukan untuk menuju arah ini. Ia sekali lagi menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak pernah berubah.
Pada Rabu kemarin (1/11), Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) menyatakan bahwa yang dimaksud PM Chen adalah definisi pembiayaan hijau Uni Eropa, sementara di Taiwan saat ini energi hijau tidak termasuk energi nuklir, dan tantangan terbesar terletak pada masalah limbah nuklir.
Sebelum mengikuti sidang interpelasi di Yuan Legislatif hari ini (3/11), PM Chen Chien-jen menyampaikan bahwa visi Taiwan sebagai rumah bebas nuklir sudah menjadi konsensus masyarakat Taiwan, dan pemerintah akan berusaha mewujudkan hal itu.
PM Chen Chien-jen mengatakan, "Kebijakan pemerintah tidak pernah berubah, mengenai usulan beberapa anggota partai oposisi tentang proporsi energi nuklir sebesar 10%. Untuk mencukupi proporsi itu, pada kenyataannya tidak hanya perlu membangun reaktor nuklir keempat, tetapi juga reaktor kelima dan keenam. Saya pikir hal ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh rakyat Taiwan, dan kami juga merasa bahwa ini bukan tujuan yang layak."
PM Chen menuturkan, terlepas dari pernyataan yang ia berikan atau jawaban dari Menko Wang beberapa waktu lalu, pemerintah telah menekankan posisinya berulang kali bahwa jika energi nuklir ingin memperoleh pembiayaan energi hijau, maka harus ada regulasi yang sangat ketat, serta diperlukan SOP penanganan yang sangat baik terhadap limbah nuklir, dan RE100 juga tidak termasuk energi nuklir di dalamnya.
PM Chen menambahkan, penanganan limbah nuklir oleh pembangkit listrik tenaga nuklir di Taiwan belum mampu mencapai tujuan seperti itu. Oleh karena itu pemerintah akan terus berusaha ke arah “mengurangi batu bara, meningkatkan gas, mengembangkan energi hijau, dan bebas nuklir”. Dengan demikian, suplai listrik Taiwan dapat tercukupi, dan pada saat yang sama Taiwan dapat terus bergerak menuju target nol emisi karbon pada tahun 2050 mendatang.