(Taiwan, ROC) -- Kapal perang Amerika Serikat (AS) dan Kanada melintasi Selat Taiwan pada 1 November. Namun, Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) mengirim 20 pesawat tempur untuk mengganggu Taiwan dengan melintasi garis tengah selat keesokan harinya. Dalam wawancara di Yuan Legislatif pada 3 November, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) menyampaikan, Kementerian Pertahanan Keamanan Nasional (MND) dan lembaga keamanan nasional mengawasi pergerakan militer Tiongkok. Ia mengimbau Tiongkok agar tidak terus menimbulkan ketegangan di Selat Taiwan karena dapat memengaruhi kemakmuran di wilayah Indo-Pasifik.
Chen Chien-jen mengatakan, "Maka kami juga akan terus bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, sehingga seluruh wilayah dapat damai dan makmur. Kami akan tetap memantau perkembangan terkait hal ini, dan saya juga berharap pihak Tiongkok mengambil langkah yang diperlukan untuk tidak lagi menyebabkan ketegangan di Selat Taiwan karena dapat memengaruhi kemakmuran di wilayah ini."
Armada Ketujuh Angkatan Laut AS (United States Navy Seventh Fleet) menyebutkan, kapal perusak kelas Arleigh Burke “USS Rafael Peralta DDG-115” dari Angkatan Laut AS, serta kapal fregat kelas Halifax “HMCS Ottawa FFH-341” dari Angkatan Laut Kanada melakukan pelayaran rutin melintasi Selat Taiwan pada tanggal 1 November.
Armada Ketujuh Angkatan Laut AS menambahkan, lewatnya USS Rafael Peralta dan HMCS Ottawa melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS, sekutu, dan mitra dalam mendukung wilayah Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.