History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hanya dengan NT$80 Makan Sarapan Sepuasnya? Bikin Antrean Panjang, Pemilik Toko Sampai Masuk Rumah Sakit

  • 03 November, 2023
  • 尤繼富
Hanya dengan NT$80 Makan Sarapan Sepuasnya? Bikin Antrean Panjang, Pemilik Toko Sampai Masuk Rumah Sakit
Hanya dengan NT$80 Makan Sarapan Sepuasnya? Bikin Antrean Panjang, Pemilik Toko Sampai Masuk Rumah Sakit

(Taiwan, ROC) --- Di era di mana harga barang kian melambung tinggi, sangat jarang bisa ditemukan tempat makan dengan harga yang sangat terjangkau yang menawarkan konsep "all you can eat" (makan sepuasnya).

Namun, di Distrik Beitou, Kota Taipei, ada sebuah toko sarapan yang menawarkan "sarapan sepuasnya hanya dengan NT$80". Toko ini selalu penuh setiap hari dan sang pemilik yang sangat murah hati tersebut bahkan harus sampai kelelahan hingga dirawat di rumah sakit.

Mirisnya, ketika toko tutup sementara karena sang pemilik sakit, ada pelanggan yang malah memberikan ulasan satu bintang , karena ia tidak mendapatkan kesempatan untuk makan di sana.

Melihat ulasan tersebut, netizen lainnya menaruh simpati kepada sang pemilik, "Dengan harga semurah itu sampai harus dirawat di rumah sakit, sungguh tidak tega."

Seorang Warganet berbagi tentang toko sarapan ini di grup Facebook "台北之北投幫(北投區&士林區)" baca: Táiběi zhī běi tóu bāng (běi tóu qū&shì lín qū).

Toko sarapan tanpa nama ini tidak hanya menawarkan berbagai pilihan makanan yang beragam, baik menu ala Tionghoa maupun khas Barat, seperti roti, kentang goreng, ubi, bubur, nasi ketan hitam, hot dog, sosis kecil, omelet, telur rebus, darah bebek pedas, sayur kol, dumpling, kue lobak, sup krim, omelet, pasta kupu-kupu, tahu goreng, dan lain-lain, bahkan jumlah menu yang dihidangkan mencapai 18 jenis. Yang lebih mengejutkannya lagi adalah harganya yang sangat terjangkau, yakni hanya NT$80.

"Sarapan all you can eat di Jalan Zunxian (尊賢街) ini, hanya dibanderol NT$80. benar-benar luar biasa, di tempat sarapan lain hanya dengan memesan sedikit saja bisa mencapai NT$200," tulis Warganet

Warganet yang mengunggah postingan ini mengisahkan bahwa ia tiba pertama kali pada pukul 5:30 pagi, dan tidak lama kemudian orang-orang mulai mengantre.

Walaupun toko tersebut ramai pengunjung, tetapi hanya ada satu orang pemilik yang melayani. Mulai dari menyajikan makanan hingga harus mengurus pembayaran. Ia sangat sibuk karena kekurangan tenaga kerja.

"Melihat sang pemilik begitu sibuk, membuat saya tergerak untuk membantu mengisi air mesin kopi, saya sungguh-sungguh berharap dia akan umur panjang. Ini sudah melebihi dari murah hati. Saya doakan sang pemilik sehat selalu," tulis sang Warganet.

Menurut ulasan di Google, banyak netizen yang memberikan nilai lima bintang, memuji sang pemilik toko dengan kata-kata yang cukup positif.

"Barangnya murah dan enak banget, rasanya di daerah selatan dan tengah Taiwan susah banget nemuin yang kayak gini. Beneran nggak lebay loh! Bisa makan sampai kenyang banget! Semuanya berkualitas tinggi. Meskipun cuma roti yang sudah jadi, tetapi rasanya enak! Sarapan dan brunch yang simple tetapi terjangkau, ternyata bisa membuat orang merasa sangat bahagia~ Terima kasih atas kehangatan kalian," tulis salah satu netizen

Ada juga yang meninggalkan komentar dengan kesan bahwa sang pemilik toko benar-benar memedulikan setiap menu yang ia hidangkan, "Nasi putihnya masaknya enak banget, ada juga sup krim, rebung, jagung, bahkan roti Prancis madu juga ada, saya makan sampai puas."

"Darah bebek, ayam rebus, teratai, kacang chickpea, sup krim... apakah ini benar-benar sesuatu yang bisa didapat dengan hanya NT$ 80? Dan all you can eat! Terlalu tidak mungkin. Sang pemilik bukan melakukan bisnis, tapi lebih seperti melakukan amal," tulis komentar lainnya.

Namun, ada juga pelanggan yang kecewa dengan memberikan ulasan satu bintang karena ia tidak sempat mencicipi toko sarapan tersebut. "Tidak ada pemberitahuan tentang hari libur, membuat pelanggan yang datang khusus ke sana merasa kecewa", tulis salah seorang netizen.

"Hari ini juga tutup, jangan makan sarapan di sini, jam bukanya sangat tidak pasti," terang netizen lainnya.

Salah seorang netizen kemudian mencoba untuk mencari tahu mengapa toko tersebut tidak beroperasi. Ia pun bertanya kepada tetangga di sebelah toko. Sang tetangga menyebutkan bahwa pemilik toko sarapan tersebut kelelahan hingga harus dirawat di rumah sakit, itulah sebabnya toko tidak bisa beroperasi.

Komentar

Terbarumore