(Taiwan, ROC) --- Pemimpin Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan media Mesir menyampaikan bahwa Rusia sedang memasukkan operasi serangan 7 Oktober ke dalam kurikulum militer akademinya.
Khaled Meshaal menambahkan bahwa Tiongkok juga mempertimbangkan untuk menggunakan cara seperti Hamas, sebagai contoh untuk melakukan serangan serupa terhadap Taiwan.

Khaled Meshaal
Pada tanggal 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan lintas batas ke komunitas di bagian selatan Israel. Israel menyatakan bahwa ribuan militan telah menyusup ke wilayahnya dan membunuh lebih dari 1.400 orang.
Israel kemudian meluncurkan serangan balasan terhadap wilayah Gaza, dengan jumlah korban tewas di Gaza melampaui 8.000 orang. Sebagian besar korban dari kedua belah pihak adalah warga sipil.

Pada tanggal 26 Oktober 2023, Khaled Meshaal berbicara dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Sada Elbalad di Mesir. Ia menyampaikan bahwa Rusia dan Tiongkok sama-sama mendapat manfaat dari tindakan ini.
Dia mengatakan bahwa Tiongkok menganggap serangan mendadak yang dilakukan oleh Hamas sebagai contoh, dan tengah mempertimbangkan untuk melancarkan serangan serupa terhadap Taiwan.
Khaled Meshaal juga menyatakan bahwa Hamas ingin bekerja sama dengan negara-negara besar seperti Tiongkok dan Rusia.
“Faktanya, orang Rusia mendapat manfaat dari serangan kami, karena hal itu membantu mengalihkan perhatian Amerika Serikat dari perang Rusia-Ukraina,” katanya.
Mengenai konflik antara Hamas dan Israel yang masih terus berlanjut saat ini, Khaled Meshaal juga menyerukan kepada sekutu seperti Hizbullah di Lebanon untuk bergabung dalam perang.