(Taiwan, ROC) --- Sebuah peristiwa tabrak lari terjadi di kawasan Renwu, Kaohsiung pada Sabtu malam kemarin (28/10). Sebuah sedan menerobos lampu merah, lalu menabrak pengemudi sepeda motor di persimpangan.
Tidak berhenti di situ, mobil bersangkutan ternyata masih melaju dan langsung menabrak rumah warga.
Setelah kecelakaan tersebut terjadi, enam orang di dalam mobil diketahui langsung kabur melarikan diri.
Rekaman CCTV yang di pasang di beberapa titik merekam jelas seluruh kejadian yang ada. Pihak kepolisian juga tengah mengejar mereka berdasarkan dokumen yang tertinggal.
Di samping itu, polisi juga menemukan bahwa setidaknya ada dua pekerja migran “hilang kontak (ilegal)” yang berada di antara mereka.

Sebuah sedan hitam dengan kecepatan tinggi menabrak rumah warga, membuat barisan sepeda motor yang terparkir berjatuhan. Seorang pengendara sepeda motor juga terkena dampaknya, sang korban diketahui terjatuh ke tanah dengan sangat keras.
Setelah insiden tersebut terjadi, sang pengemudi mobil mulai mundur, berhenti, dan melepaskan sabuk pengaman. Selanjutnya, enam orang keluar dari mobil dan bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa, lalu kabur melarikan diri.
Salah satu pemilik rumah berkomentar, "Tangannya (korban) patah dan berubah bentuk, dan warga itu terbaring di sana. Dan semua orang di dalam mobil lari. Mereka semua lari, bahkan tidak melihat kerusakan di sekeliling yang diakibatkan oleh aksi mereka!"
Pengendara motor yang ditabrak tergeletak di tanah dengan kondisi tangan patah. Satu pun dari keenam penumpang mobil bersangkutan terlihat cuek dan tidak ada yang peduli.
Pengemudi yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut, bersama dengan para penumpang, satu per satu mengambil barang-barang mereka dan berjalan meninggalkan tempat kejadian.
Beberapa dari mereka sempat kembali ke dalam mobil, untuk mengambil barang yang ketinggalan.
Mobil sedan hitam ditinggalkan begitu saja di tempat kejadian. Setelah polisi menyelidiki, ternyata mereka mengendarai mobil perusahaan, dan enam orang di dalam mobil, semuanya diduga berstatus pekerja migran, bahkan dua diantaranya disinyalir adalah PMA hilang kontak (ilegal).