History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Modus "Cicilan Tanpa Kartu Kredit", Banyak Mahasiswa Feng Chia dan Tunghai Jadi Korban, Kenali Modusnya!

  • 28 October, 2023
  • 尤繼富
Modus
Modus "Cicilan Tanpa Kartu Kredit", Banyak Mahasiswa Feng Chia dan Tunghai Jadi Korban, Kenali Modusnya!

(Taiwan, ROC) --- Sindikat penipuan telah memasang jebakannya hingga ke lingkungan perguruan tinggi di Taiwan?

Aparat kepolisian kini tengah menyelidiki dan mengejar seorang pria yang mengaku sebagai pegawai yang bekerja di salah satu toko penyedia jasa provider komunikasi. Pria tersebut diduga melancarkan aksi penipuan dengan cara mendekati mahasiswa Universitas Feng Chia dan Universitas Tunghai di Kota Taichung.

Pria bersangkutan melancarkan aksinya dengan cara memberikan iming-iming imbalan NT$ 5.000, jika ada mahasiswa yang mau membantunya mencapai target penjualan.

Ia membujuk mahasiswa untuk menandatangani kontrak pembayaran cicilan tanpa kartu kredit. Namun, tak lama setelah mahasiswa menerima uang NT$ 5.000, maka mereka mulai menerima tagihan dari perusahaan yang memberikan piutang.

Kantor Kepolisian Distrik Ke-6 Kota Taichung menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 8 mahasiswa dari kedua universitas di atas yang melapor, dan kasus ini tengah dalam penyelidikan intensif.

Sebelumnya sempat beredar kalau ada sekitar 600 mahasiswa Universitas Feng Chia telah menjadi korban aksi penipuan.

Menanggapi hal tersebut, tim detektif dari Kantor Kepolisian Distrik Ke-6 menyatakan bahwa tidak ada data pelaporan yang memperlihatkan angka sebanyak itu, dan jumlah mahasiswa yang melapor dari universitas Feng Chia adalah 6 orang.

Apakah pelaku berhubungan dengan pihak asosiasi jurusan di universitas untuk kemudian menipu mahasiswa? Hingga berita ini diluncurkan, belum ada informasi relevan yang mengarah ke sana.

Namun, ada kemungkinan pelaku menjaring korbannya dengan cara menyusup ke organisasi-organisasi mahasiswa.

Universitas Feng Chia, Taichung.

Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa ada seorang pria yang mengaku sebagai pegawai yang bekerja di salah satu toko penyedia jasa provider komunikasi, yang mulai mendekati beberapa mahasiswa, dengan cara menunggu di gerbang universitas pada beberapa bulan yang lalu.  

Pria ini mengklaim bahwa dia membutuhkan bantuan untuk mencapai target penjualan, dan mahasiswa bisa berpura-pura membeli ponsel atau laptop dari dia.

Mahasiswa tidak perlu membayar apa-apa, mereka hanya perlu menandatangani kontrak pembayaran cicilan tanpa kartu kredit untuk membantunya mencapai target. Dan sebagai imbalannya, mereka akan menerima uang tunai sebesar NT$ 5.000.

Pria tersebut juga melancarkan modus berikutnya, yaitu membujuk mahasiswa untuk menandatangani kontrak pembayaran cicilan tanpa kartu kredit. Dan kali ini, mahasiswa akan benar-benar menerima produk ponsel atau laptop.

Namun, pria tersebut akan berkata bahwa dirinya lah yang akan membayar cicilan tersebut nantinya, dan bukan mahasiswa.

"Kamu hanya tanda tangan saja, yang bayar cicilan tetap saya," kira-kira seperti itu ia menipu mahasiswa.

Selain itu, jika mahasiswa bersedia memperkenalkan teman lain untuk melakukan hal serupa, maka mereka bisa mendapatkan komisi sekitar NT$ 3.000 atau bahkan lebih.

Beberapa mahasiswa tergoda oleh komisi yang ditawarkan dan menandatangani kontrak pembayaran cicilan tanpa kartu kredit. Dan tidak lama, mereka menyadari bahwa mereka telah tertipu, setelah surat tagihan dari perusahaan pemberi piutang datang ke alamat mereka.

Universitas Tung Hai, Taichung

Tim investigasi aparat kepolisian menyampaikan bahwa pria tersebut mengaku sebagai pegawai di salah satu toko yang menyediakan jasa layanan provider, yang berlokasi dekat dengan Universitas Feng Chia.

Namun, pihak toko menegaskan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan mereka. Pria bersangkutan disinyalir telah sembarangan mencatut nama dari pihak toko.

Polisi telah mengidentifikasi dan sedang mengejar pelaku, dan telah melaporkan kasus ini ke kejaksaan untuk diinvestigasi lebih lanjut.

Sementara itu, polisi akan terus berkomunikasi dengan pihak universitas untuk menelusuri apakah ada korban lain yang terjerat, dan memberitahukan mereka untuk segera datang membuat laporan.

Komentar

Terbarumore