History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Li Ke-qiang, Mantan Perdana Menteri Tiongkok, Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

  • 27 October, 2023
  • 尤繼富
Li Ke-qiang, Mantan Perdana Menteri Tiongkok, Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Li Ke-qiang, Mantan Perdana Menteri Tiongkok, Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

(Taiwan, ROC) --- Berita mengejutkan datang dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Mantan Perdana Menteri Tiongkok, Li Ke-qiang (李克強), dilaporkan telah meninggal dunia karena serangan jantung.

Media di Tiongkok secara berurutan merilis breaking news, mengonfirmasi bahwa Li Ke-qiang meninggal pada tanggal 27 Oktober pukul 00:10 di Shanghai, di usianya yang genap 68 tahun.

Media resmi Tiongkok mewartakan bahwa Li Ke-qiang yang adalah mantan anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok dan mantan Perdana Menteri Tiongkok, telah meninggal dunia di Shanghai pada tanggal 27 Oktober 2023 pukul 00:10. Upaya CPR telah diberikan kepada Li Ke-qiang, tetapi hal tersebut tidak membuahkan hasil.

Dingyuan (定遠), Anhui (安徽)

Menurut informasi yang tersedia, Li Ke-qiang lahir pada Juli 1955, yang adalah seorang pria dari etnis Han, berasal dari Dingyuan (定遠), Anhui (安徽).

Li Ke-qiang memulai kariernya bulan Maret 1974, bergabung dengan Partai Komunis Tiongkok pada Mei 1976, dan lulus dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi di Universitas Peking. Dirinya memperoleh gelar sarjana hukum dan doktor ekonomi sambil bekerja.

Li Ke-qiang berasal dari kawasan Dingyuan, Anhui, dan terlahir di tengah keluarga pegawai negeri biasa. Semenjak kecil, Li Ke-qiang sudah sangat rajin belajar sehingga keluarganya tidak perlu cemas terhadap dirinya.

Pada tahun 1978, dengan usahanya sendiri, ia berhasil lolos ke Fakultas Hukum Universitas Peking, dan kemudian melanjutkan untuk mengejar gelar doktor di bidang ekonomi.

Pada saat itu, gurunya adalah Li Yi-ning (厲以寧), seorang ekonom yang terkenal di Tiongkok dan juga pendukung pasar bebas.

Setelah itu, Li Ke-qiang masuk ke dalam sistem Liga Pemuda Komunis dan berhasil memperoleh kepercayaan dari mantan Presiden Hu Jin-tao (胡錦濤).

Pada tahun 2007, ia menjadi anggota tetap Politburo dan secara resmi menjadi anggota generasi kelima kepemimpinan dari Partai Komunis Tiongkok. Di bawah bimbingan Hu Jin-tao, ia naik pangkat dari Wakil Perdana Menteri hingga menjadi Perdana Menteri pada tahun 2013, dengan riwayat karier yang terbilang cemerlang.

Ketika Li Ke-qiang mengambil alih jabatan Perdana Menteri, ia mendorong gerakan yang berbunyi "tidak hanya berdasarkan gelar akademik, tapi juga kemampuan".

Tugas utamanya setelah menjabat adalah menangani krisis utang Eropa dan mengurangi dampak dari penurunan ekonomi Amerika Serikat.

Dengan latar belakang profesionalnya, yakni Ekonomi, Li Ke-qiang memperoleh harapan besar dari masyarakat internasional, yang diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi ekonomi Tiongkok.

Li Ke-qiang pernah menjadi pemuda yang hidup di kawasan pedesaan, yang membuatnya sangat paham terhadap kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang di lapisan bawah.

Selama berulang kali, ia menyuarakan pendapatnya untuk rakyat jelata di forum publik. Media Tiongkok Ta Kung Pao (大公報) pernah melaporkan bahwa " Li Ke-qiang sangat membenci berbagai bentuk formalisme dan gaya birokrasi elite pemerintahan."

Selain tampil dengan sikap yang hangat dan ramah terhadap kalangan bawah, Li Ke-qiang juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang kerap kali berbicara dengan bahasa yang sederhana. Ia juga adalah sosok yang berani mengungkapkan kebenaran.

Salah satu momen yang cukup berkesan dari sosok Li Ke-qiang adalah ketika ia menyampaikan pidato saat perhelatan konferensi pers perdana menteri pada tahun 2020 silam, yang berbunyi, “Tiongkok adalah negara berkembang dengan populasi yang sangat besar. Pendapatan rata-rata per kapita masyarakat Tiongkok adalah RMB 30.000, tapi ada 600 juta orang memiliki pendapatan menengah ke bawah, dengan rata-rata pendapatan bulanan sekitar RMB 1.000 ...”

Pada saat itu, Tiongkok sedang melakukan perang melawan kemiskinan, dan ucapan  Li Ke-qiang menimbulkan banyak diskusi, baik di media dalam dan luar negeri. Di kala tersebut, media pemerintah dan kalangan akademis di Tiongkok melaporkan dan berusaha menginterpretasikan ucapan Li Ke-qiang selama beberapa hari berturut-turut.

Komentar

Terbarumore