(Taiwan, ROC) --- Memasuki musim gugur, membuat perbedaan suhu antara siang dan malam terjadi cukup signifikan. Secara khusus, musim gugur dapat memberikan pengaruh signifikan pada organ paru-paru manusia, dan karena itulah, berbagai penyakit terkait dengan paru-paru cenderung muncul akibat cuaca yang kering, sebut saja kulit kering dan pecah-pecah, mulut dan lidah kering, alergi, batuk, serta masalah pernapasan lainnya.
Xin Zhong-yi (辛重毅), ahli pengobatan tradisional Tionghoa, menyampaikan bahwa organ paru-paru memiliki keterkaitan langsung dengan bagian kulit manusia.
Orang dengan fungsi paru-paru yang lemah biasanya memiliki tekstur kulit yang lebih longgar dan daya tahan yang lebih rendah, sehingga kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan iklim seperti kelembaban dan suhu udara, akan menjadi lebih buruk.
Karena itu, ketika ada perubahan besar pada kelembaban dan suhu udara, masalah kulit seperti gatal, ruam, jerawat, dan peradangan kelenjar minyak (sebaceous) dapat dengan mudah terjadi.
Di samping itu, fungsi organ paru-paru dan usus besar manusia juga saling terhubung, jika fungsi BAB (Buang Air Besar) pada usus besar tidak baik, maka penumpukan racun di dalam usus bisa mempengaruhi kesehatan kulit.
Sebaliknya, jika fungsi paru-paru dan usus besar berjalan normal, maka kulit, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak (sebaceous) dapat berfungsi dengan baik.
Xin Zhong-yi menyarankan bahwa untuk mengatasi masalah kulit yang umum terjadi di saat musim gugur, langkah yang bisa diambil meliputi merawat paru-paru dari dalam, meningkatkan energi, memperbaiki fungsi usus besar, dan membersihkan racun, serta menjaga kelembaban dan melawan alergi dari luar.
Makan Lebih Banyak Makanan Berwarna Putih dan Asam, Positif untuk Kesehatan Paru-paru dan Meningkatkan Produksi Cairan Tubuh
Dari perspektif pengobatan tradisional Tiongkok, organ paru-paru berkaitan dengan warna "putih." Oleh karena itu, mengonsumsi makanan berwarna putih yang bisa menyehatkan paru-paru dan melembapkan tubuh dalam jumlah yang sesuai, disinyalir dapat meningkatkan kemampuan adaptasi paru-paru terhadap kekeringan musim gugur.
Makanan berwarna putih di atas meliputi, seperti kacang ginkgo, almond, akar teratai, dan pisang. Selain itu, karena paru-paru dan usus besar saling berkaitan, maka mengonsumsi makanan seperti yam, jamur putih, lobak, kubis, dan madu juga dapat membantu melembapkan usus.
Selain makanan berwarna putih, makanan asam juga bisa membantu meningkatkan produksi cairan tubuh, seperti apel, hawthorn, dan pir.
Adapun makanan yang sebaiknya dihindari selama musim gugur adalah makanan pedas, yang ternyata bisa merusak energi paru-paru dan menyebabkan kehilangan cairan tubuh.
Sedangkan bawang, jahe, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan panas dan kering, sehingga sebaiknya dikurangi atau dihindari.

Yam
Yam: Kaya akan enzim amilase dan polifenol oksidase, bisa menyehatkan limpa dan paru-paru, serta membantu pencernaan.
Pir: Bahan makanan musiman yang bisa meningkatkan produksi cairan tubuh, melembapkan paru-paru, dan meredakan batuk.
Madu: Menyehatkan dan melembapkan paru-paru, minum segelas air hangat dengan madu di pagi hari bisa membantu melancarkan BAB
Teratai: Bermanfaat untuk menyehatkan limpa, menurunkan panas dalam, dan positif bagi kesehatan jiwa.

Akar teratai
Di samping itu, menjaga kelembapan kulit dan melindunginya dari alergi juga sangat penting, terutama di musim gugur atau dingin yang menghembuskan udara kering.
Xin Zhong-yi memberikan tambahan, selain mengonsumsi makanan yang bermanfaat, ia juga menyarankan beberapa langkah untuk memperbaiki masalah alergi atau gatal-gatal yang disebabkan oleh perubahan iklim musiman.
Xin Zhong-yi menyarankan untuk memulai beberapa langkah, dengan memperbaiki lingkungan rumah atau tempat tinggal. Menjaga kelembapan dalam ruangan di kisaran 55% adalah salah satu langkah terbaik supaya terhindar dari permasalahan kulit.
Jika terlalu kering, Anda dapat menyesuaikan kelembapan di dalam ruangan dengan menggunakan pelembap udara atau semprotan minyak esensial. Di samping itu, warga juga disarankan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan agar alergen yang dapat memicu gatal pada kulit, tidak muncul.
Untuk area dalam rumah yang bisa menjadi sarang bagi alergen, seperti sofa, boneka berbulu, dan karpet, maka disarankan untuk membersihkannya dengan menggunakan vacuum cleaner berkekuatan hisap tinggi. Di samping itu, untuk sprei atau pakaian, disarankan untuk meningkatkan frekuensi pencucian atau menggunakan metode pemanasan guna menghilangkan tungau debu.
Untuk orang yang kulitnya mudah kering, gatal, dan mengelupas, maka mereka dapat mengoleskan lotion setelah mandi. Setelah mandi, seka tubuh dengan handuk dan segera oleskan lotion yang khusus untuk kulit alergi. Selain itu, perhatikan juga suhu air untuk mandi yang tidak boleh terlalu tinggi (panas), dan hindari penggunaan sabun berlebihan pada kulit.