(Taiwan, ROC) – Gempa bumi dengan magnitude 6,2 terjadi di wilayah laut timur Taiwan pada hari ini (24 Oktober) pukul 07:05. Pusat gempa berjarak 120,2 km sisi timur Kabupaten Hualien dengan kedalaman hanya sekitar 6 km, sehingga dirasakan di 20 kabupaten dan kota di seluruh Taiwan. Intensitasnya di 7 kabupaten dan kota, termasuk Yilan dan Hualien mencapai tingkat 3. Pusat Prakiraan Gempa dari Ditjen Klimatologi Sentral Taiwan (CWA) menunjukkan bahwa gempa ini merupakan gempa terbesar yang diobservasi oleh Jaringan Observasi Kegempaan Taiwan di tahun ini, dan untungnya masih dalam nilai rata-rata.
Terkait dengan gempa dangkal bermagnitudo 6,2 yang terjadi wilayah perairan Hualien pada 24 Oktober pagi, Direktur Pusat Prakiraan Gempa dari CWA Wu Chien-fu (吳健富) menunjukkan bahwa gempa bumi ini telah mencapai standar peringatan nasional, sehingga peringatan terkait dikeluarkan untuk wilayah Yilan dengan segera 29 detik setelah gempa terjadi.
Terkait dengan penyebab gempa, hal ini masih terkait dengan subduksi Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Kontinental Eurasia di perairan timur Taiwan, di mana Lempeng Laut Filipina di sisi utara Hualien menghujam ke bawah, sehingga gempa pun terjadi, baik di wilayah yang dangkal hingga wilayah dalam. Oleh karena itu, hampir 70% gempa bumi di Taiwan terjadi di wilayah Hualien dan Taitung, dan kali ini terjadi di wilayah Palung Okinawa yang lebih dangkal.
Wu Chien-fu juga menganalisis, bahwa sebelum gempa bumi ini, telah ada 3 gempa bumi dengan magnitude 6 atau lebih di wilayah luar jaringan pengamatan seismik, termasuk gempa berkekuatan 6 di Palung Okinawa pada 18 September, dan 2 gempa lain dengan magnitude 6 atau lebih di Palung Manila di sisi selatan Taiwan. Tidak ada gempa bumi dengan magnitudo 6 atau lebih yang terjadi di dalam lingkup jaringan pengamatan seismik CWA, yaitu antara 21-26 derajat LU dan 119-123 derajat BT.
Dengan kata lain, gempa bumi yang terjadi pada 24 Oktober 2023 pukul 07:05 merupakan gempa bumi terbesar yang tahun ini diobservasi oleh Jaringan Observasi Kegempaan Taiwan tahun ini. Wu Chien-fu mengtakan, “Dalam rentang pengamatan kami di tahun ini, hingga terjadinya gempa hari ini pukul 07:05, kami tidak mengobservasi gempa lain yang bermagnitudo 6. Berdasarkan data rata-rata dalam 10 tahun terakhir, seharusnya setiap tahun ada 2-3 gempa dengan magnitudo 6 atau lebih. Tentu saja, ada waktu-waktu tertentu di mana gempa tersebut tidak terjadi. Contohnya, di tahun 2008 dan di tahun 2011, tidak ada gempa dengan magnitudo 6 atau lebih. Jika menghitung gempa di tahun ini, termasuk yang terjadi pagi ini, maka yang terbesar adalah gempa dengan magnitudo 6,2. Setiap tahun, rata-rata ada 24 gempa dengan magnitudo 5, kini telah terhitung 25 gempa. Oleh karena itu, situasi gempa di tahun ini masih masuk dalam nilai rata-rata.”
Wu Chien-fu mengutarakan, jika dibandingkan dengan gempa tahun lalu di tanggal 17 dan 18 September yang terjadi di Chishang dan Guanshang, semua orang merasa bahwa frekuensi gempa tahun lalu lebih tinggi dan terasa lebih kuat, tahun ini masih dalam rata-rata. Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 ini, energinya tidak dapat langsung keluar hanya dalam satu kali gempa. Oleh karena itu, diperkirakan masih ada gempa susulan dengan magnitudo 5,5 – 6,0 yang akan terjadi dalam 5 hari ke depan. Untungnya, pusat gempa ini jauh, sehingga gempa susulan tidak akan terlalu terasa dan akan berdampak kecil bagi pulau utama Taiwan, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir.