(Taiwan, ROC) --- Diva belantika musik Mandarin, CoCo Lee (李玟), meninggal pada bulan Juli lalu di usianya yang genap menginjak 48 tahun. Jenazah CoCo Lee juga sudah dikremasi pada bulan Agustus.
Pada tanggal 21 Oktober 2023, CoCo Lee dimakamkan di Taman Peringatan Shimenfeng, Wuhan, Tiongkok. Namun, penyebab kematiannya masih menjadi bahan perdebatan banyak pihak hingga hari ini.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa keluarga CoCo Lee telah meminta bantuan seorang pengacara dan kepolisian untuk menyelidiki penyebab kematiannya.
Semenjak CoCo Lee meninggal pada bulan Juli lalu, penyebab kematian diva tersebut belum diumumkan, yang akhirnya memicu banyak spekulasi dari publik.
Ada media di Hong Kong yang melaporkan bahwa CoCo Lee tewas karena tersedak muntahannya di dalam ambulans.

Media "The Paper 澎湃新聞" mewartakan, untuk memahami sepenuhnya penyebab kematian CoCo Lee, keluarga besarnya telah resmi mempekerjakan seorang pengacara untuk menyurati institusi "Pengadilan Penyebab Kematian" di Hong Kong guna melakukan penyelidikan.
Pengacara yang mewakili keluarga CoCo Lee juga mengonfirmasi bahwa autopsi pada jasad CoCo Lee telah diselesaikan dan semua detail sudah dicatat dengan baik. Pemakaman CoCo Lee tidak akan menghambat proses penyelidikan, dan mereka juga telah mengajukan permohonan untuk menggelar sidang terbuka.
Setelah upacara pemakaman selesai pada tanggal 21 Oktober 2023, keluarga CoCo Lee mengadakan konferensi pers, acara peringatan, dan pembukaan pameran untuk mengenang diva tersebut.
Dalam konferensi pers tersebut, ibu CoCo Lee dengan emosional menuduh suami CoCo Lee, Bruce, telah berselingkuh selama bertahun-tahun dan menyokong finansial wanita lain, menyebabkan putrinya mengalami penderitaan besar selama bertahun-tahun.

Ibu mendiang CoCo Lee (kiri) menuduh suami mendiang CoCo Lee (tengah), Bruce (kanan) telah berselingkuh selama bertahun-tahun dan menyokong finansial wanita lain.
Dan tepat sebelum proses perceraian selesai, CoCo Lee harus meninggal dengan mendadak.
Ibunya dengan sedih berkata, "Rasa sakit saat orang tua harus melepas kepergian anaknya benar-benar sangat perih. Meskipun sudah tua, tetapi pemikiran saya masih jernih. Saya akan menggunakan semua hak hukum saya untuk melindungi anggota keluarga yang tersisa, selama saya masih hidup."

Di lain pihak, kakak perempuan kedua dari CoCo Lee, Nancy Lee (李思林), juga telah merilis pernyataan hukum untuk menanggapi komentar palsu dan fitnah yang tersebar di internet, yang telah menyebabkan trauma emosional bagi keluarga besar.
Dalam pernyataan tersebut, ia meminta agar pihak yang bersangkutan untuk segera menghentikan aksi pelanggaran hak, menghapus konten, dan meminta maaf.
Nancy Lee juga mengatakan bahwa firma hukum yang mereka tunjuk telah menuntaska proses pengumpulan bukti dan notarisasi terkait isu tersebut.
Media Hong Kong lainnya, Sing Tao Daily mewartakan, keluarga besar CoCo Lee membawa abu ayahnya ke Wuhan untuk dimakamkan bersama CoCo. Diharapkan ayah dan putri kesayangannya tersebut dapat beristirahat bersama dengan damai.
Ibunda CoCo Lee jelas terlihat sangat berduka atas kematian putrinya, dengan emosional mengatakan kepada media, "Bukan hanya saya, kedua putri saya yang lain juga tenggelam dalam kesedihan yang mendalam, berada dalam jurang kesakitan yang mendalam."