(Taiwan, ROC) --- Seorang Warganet Taiwan, kita sebut saja Lee, membagikan ceritanya di forum online Dcard. Lee mengeluhkan perilaku pamannya yang mengejutkan setelah ayahnya meninggal tidak lama.
Tidak sampai satu hari setelah ayahnya berpulang, sang paman langsung menanyakan tentang dana pensiun, surat tanah, stempel, dan barang berharga lainnya yang dimiliki oleh almarhum.
Sang paman beralasan bahwa sebelumnya ayah Lee telah berpesan agar seluruh aset atau harta dari keluarga inti Lee harus diserahkan kepadanya untuk dijaga sementara, dan akan dikembalikan saat Lee dan saudarinya berkeluarga (menikah) pada suatu hari nanti.
Meskipun Lee mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan, dengan mengatakan bahwa ia belum menemukan barang-barang tersebut, tetapi pamannya tetap tidak menyerah. Bahkan, tantenya (istri sang paman) sampai ikut campur, hingga menelepon berulang kali untuk menanyakan keberadaan dari aset-aset tersebut.
Dalam waktu kurang dari sehari, mereka sudah menerima 4 hingga 5 panggilan telepon, membuat Lee dan saudara perempuannya bingung harus bagaimana.

Kisah dari Lee kemudian memicu banyak reaksi dari netizen lainnya. Mayoritas menyarankan agar Lee tetap berdiri teguh dan menjaga aset keluarganya dengan baik.
Beberapa dari netizen menekankan pentingnya dokumen resmi seperti surat wasiat untuk menghindari konflik keluarga di masa mendatang.
Banyak juga yang menyarankan agar tidak memberikan barang berharga atau dokumen penting kepada siapapun dan memastikan semuanya disimpan dengan aman.
Salah seorang netizen meninggalkan komentar dengan peringatan, "Jangan pernah memberikannya, sebagai anak kandung, kamu yang memiliki hak waris! Jika kamu memberikannya, kamu tidak akan bisa mendapatkannya kembali."
"Ingat, jangan biarkan mereka datang ke rumahmu, untuk mencegah mereka mengobrak-abrik tanpa izin. Simpan uangmu di tanganmu sendiri atau di bank, jangan serahkan kepada orang lain dengan alasan untuk menjaga," tulis netizen lainnya.
