(Taiwan, ROC) --- Salah seorang pemain basket yang tergabung dalam Liga SBL (Super Basketball League), Wu Chi-ying (吳季穎), diberitakan terlibat dalam skandal “manipulasi pertandingan”.
Salah satu majalah mingguan dalam negeri membeberkan bahwa Wu Chi-ying diduga terlibat dalam skandal “manipulasi pertandingan”, bermain curang dan bersekongkol dengan bandar judi. Keuntungan yang diraih Wu Chi-ying diperkirakan berkisar NT$ 300.000 hingga NT$ 500.000 untuk setiap pertandingan.
Pemberitaan di atas kemudian mengejutkan banyak pihak, dan aparat berwenang pun segera bergegas menyelidiki Wu Chi-ying. Di samping itu, ada kabar beredar bahwa pemain yang dekat dengan Wu juga diduga terlibat dalam skandal ini.
Pada Rabu malam (18/10), unit tugas dari Biro Kriminal meminta Wu Chi-ying untuk memberikan keterangannya. Setelah memberikan keterangan, Wu diperbolehkan pulang.

Media “Mirror Weekly” mewartakan bahwa pada bulan Juni lalu, Wu Chi-ying pindah ke tim bola basket “Taiwan Beer (台灣啤酒籃球隊)”. Wu Chi-ying yang berusia 25 tahun tersebut, diduga melakukan manipulasi pertandingan, yakni dengan sengaja kalah dalam beberapa jadwal pertandingan yang ia ikuti.
Kekalahannya tersebut ternyata kemudian berbuntut pada persekongkolannya dengan bandar judi, yang akhirnya membuatnya menang dalam taruhan.
Aksi tersebut kemudian tercium oleh pihak atasan. Dalam sebuah pertemuan dengan pihak manajer, Wu Chi-ying mengakui keterlibatannya, yang mana akhirnya membuat Wu Chi-ying dipecat dan diperintahkan untuk segera meninggalkan asrama tim.
Mirror Weekly juga mengungkapkan bahwa meskipun Wu Chi-ying baru bermain di liga profesional selama kurang dari 3 tahun, dan setelah bergabung dengan tim Taiwan Beer, gaya hidupnya tampak lebih mewah dibandingkan dengan pemain lain.
Ia diketahui tinggal di sebuah bangunan apartemen mewah di daerah Wenshan dan sering terlihat mengemudikan mobil Mercedes-Benz C300 yang berharga hampir NT$ 3 juta.
