History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Konflik Israel-Palestina, Menteri Joseph Wu: Bersedia Menyediakan Bantuan Kemanusiaan Bagi Pengungsi

  • 18 October, 2023
  • 尤繼富
Konflik Israel-Palestina, Menteri Joseph Wu: Bersedia Menyediakan Bantuan Kemanusiaan Bagi Pengungsi
Konflik Israel-Palestina, Menteri Joseph Wu: Bersedia Menyediakan Bantuan Kemanusiaan Bagi Pengungsi

(Taiwan, ROC) --- Menanggapi konflik atara Israel dengan Palestina yang hingga hari ini belum menemukan titik terang, Menteri Luar Negeri (MOFA), Joseph Wu (吳釗燮) hari ini (18/10) hadir dalam sidang interpelasi menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para anggota legislator.

Menteri Joseph Wu menyampaikan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi yang ada, serta akan terus menjalin komunikasi yang erat dengan negara-negara yang memiliki visi serupa, untuk melihat apa yang bisa disumbangsihkan oleh Taiwan.

Jika di masa depan ada pengungsi dari Israel atau Palestina yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, maka Taiwan harus siap memberikan bantuan.

Semenjak organisasi Hamas, Palestina, melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, Israel kemudian mengumumkan perang terhadap Hamas.

Konflik tersebut telah meningkat dan menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah Gaza semakin memburuk.

Menlu Joseph Wu menyampaikan, Taiwan dengan tegas mengecam semua bentuk aksi terorisme dan sangat peduli dengan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Kita harus terus berkomunikasi dengan negara-negara yang memiliki visi serupa untuk melihat apa yang bisa dilakukan oleh Taiwan," demikian katanya.

Menlu Joseph Wu menambahkan: "Setelah insiden tersebut, mungkin ada isu pengungsi yang memerlukan perhatian kemanusiaan, baik itu pengungsi dari Israel atau pengungsi Palestina. Saya pikir ketika Taiwan dapat memberikan bantuan, kita seharusnya memberikan bantuan."

Menteri MOFA tersebut juga mengatakan bahwa kantor perwakilan Taiwan di Israel pada dasarnya berfungsi dengan maksimal, sehingga warga Taiwan yang membutuhkan bantuan di Israel "tidak menghadapi masalah apa pun".

Semenjak konflik pecah, 156 warga Taiwan telah berhasil meninggalkan negara tersebut dengan aman, dan 147 orang lainnya yang memilih untuk tetap bertahan, tetap menjalin berkomunikasi dengan kantor perwakilan. Jika mereka memutuskan untuk meninggalkan Israel, maka bantuan penuh akan dikerahkan.

Di samping itu, mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) baru-baru ini menyampaikan pidatonya di Universitas New York perihal kondisi Selat Taiwan dan isu hubungan lintas selat.

Menanggapi hal di atas, Menteri Joseph Wu menyampaikan, bahwa menghadapi tekanan politik, ekonomi, dan militer Tiongkok yang terus meningkat terhadap Taiwan, tokoh politik utama Taiwan seharusnya mengajak negara lain untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada Taiwan, terutama saat mereka berada di luar negeri.

Menlu Joseph Wu menambahkan, "Ada pepatah di kalangan politisi Amerika yang mengatakan bahwa politik tidak melintasi batas. Saat berada di negara lain, politik domestik harus ditinggalkan. Situasi perpolitikan domestik seharusnya ditinggalkan di dalam negeri, dan saat berada di luar negeri, aparatur negara seharusnya berupaya untuk mencari dukungan terhadap Taiwan. Ini adalah norma umum bagi negara demokrasi."

Komentar

Terbarumore