(Taiwan, ROC) --- Sektor industri perhotelan di Taiwan menghadapi persoalan kekurangan tenaga kerja yang cukup besar. Menanggapi permasalahan di atas, Kementerian Perhubungan (MOTC) berupaya untuk membuka kesempatan kerja bagi Pekerja Migran Asing (PMA).
Namun, Menteri Ketenagakerjaan (MOL), Hsu Ming-chun (許銘春), Rabu hari ini (18/10) menyatakan, MOL senantiasa memprioritaskan peluang pekerjaan bagi pekerja domestik.
Membuka lowongan bagi PMA adalah persoalan serius dan harus dipertimbangkan dengan cermat. Meskipun MOL memiliki hak untuk mengajukan proposal, tetapi hal tersebut harus terlebih dahulu melewati diskusi dengan tim pembuat kebijakan. Saat ini, belum ada proposal yang diterima dari MOTC dan tidak ada jadwal agenda kerja yang diajukan.
Masalah kekurangan pekerja di sektor perhotelan domestik belum terselesaikan, yang mana hal ini berdampak pada kapasitas penyediaan dan kenaikan harga kamar.
Menurut kabar yang beredar, otoritas berwenang di Taiwan berencana untuk membuka kesempatan bagi industri perhotelan mempekerjakan PMA sebelum bulan November. Dengan demikian, para pengusaha perhotelan bisa meraih keuntungan bisnis secara maksimal di masa liburan tahun baru dan Festival Musim Semi (Imlek).
Hsu Ming-chun mengatakan, pihak MOL selalu mengutamakan peluang pekerjaan bagi pekerja domestik. Meskipun MOTC adalah lembaga yang bertanggung jawab atas sektor perhotelan dan memiliki hak untuk mengajukan proposal, tetapi persoalan membuka kesempatan kerja bagi PMA masih harus melalui diskusi dengan tim penyusun kebijakan.
Penting bagi pemerintah untuk memprioritaskan peluang pekerjaan bagi warga domestik, dan jika upaya ini tidak berhasil, maka barulah pertimbangan untuk membuka kesempatan bagi PMA akan diputuskan.
Menteri Hsu Ming-chun menekankan bahwa para pemilik bisnis perhotelan harus menyesuaikan kesiapan mereka terhadap kondisi pasar. Saat ini, ada kekurangan sekitar seribu tenaga kerja.
Di lain pihak, MOL telah merekomendasikan jumlah pekerja sebanyak lima kali lipat dari angka yang dibutuhkan, yakni sekitar lima ribu orang. Namun, hanya kurang dari lima ratus orang yang dianggap sesuai dengan kriteria yang diinginkan.
Banyak pebisnis berpendapat bahwa pekerja yang direkomendasikan, banyak di antaranya telah berusia menengah ke atas, yang dicemaskan tidak akan mampu menyelesaikan tugas-tugas yang ada.
Menteri Hsu berharap pemilik bisnis perhotelan dapat memberikan kesempatan pekerjaan kepada warga domestik, dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk memecahkan masalah kekurangan pekerja saat ini.